The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Urtikaria (Biduran) Kronis

Urtikaria, disebut juga dengan biduran, merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan adanya bentol kemerahan dan disertai dengan rasa gatal. Gejala dikatakan kronis jika berlanjut selama lebih dari 6 minggu.


Faktor Risiko

Alergi, riwayat dalam keluarga, kulit yang sensitif, paparan pada bahan kimia, stres psikis/emosional, paparan panas, alergi makanan, gigitan serangga, riwayat infeksi, efek samping obat, serta gangguan kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya urtikaria kronis.


Gejala dan Tanda

Urtikaria ditandai dengan bentol kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal. Ukuran bentol dapat bervariasi dan tersebar pada seluruh tubuh. Bentol dapat bergabung dengan bentol lainnya membentuk bentol yang lebih lebar. Dapat terjadi edema (bengkak) pada kelopak mata, bibir, maupun tenggorokan.


Penyebab

Urtikaria disebabkan oleh pelepasan zat histamin dalam tubuh sebagai reaksi dari alergi ataupun peradangan.


Penanganan Nonfarmakologis

Urtikaria dapat diredakan dengan tidak menggaruk bagian yang bentol dan gatal, tidak menggunakan sabun yang memiliki kandungan kimia yang keras, mengusahakan agar bagian tubuh yang terkena biduran tetap dingin, menggunakan pakaian yang longgar, dan menghindari faktor pemicu.


Penanganan Farmakologis

Reaksi alergi pada urtikaria dapat ditangani dengan antihistamin seperti loratadine, kortikosteroid, krim antidepresan, agonis reseptor leukotrien, omaluzimab, maupun siklosporin.


Pencegahan

Urtikaria dapat dicegah dengan menghindari faktor pemicu, menjaga daya tahan tubuh, dan menjaga kelembaban kulit.


Prognosis

Urtikaria kronik umumnya hilang timbul secara terus menerus meski dapat membaik dalam 2-3 minggu. Prognosis dapat ditentukan dengan adanya atau tidaknya komplikasi seperti terjadinya angioedema (bengkak pada lapisan mukosa) atau syok anafilaktik (adanya ruam pada kulit disertai sesak napas maupun tekanan darah rendah).


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Urtikaria umumnya tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang. Namun, beberapa pemeriksaan dapat dipertimbangkan untuk menentukan pencetus, seperti:

· Uji alergen pada kulit

· IgE-specific RAST

· Physical challenge test

· Biopsi kulit


Referensi

1. Djuanda, A., Hamzah, M., Aisah, S. 2013. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi keenam. Jakarta. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

2. James, W.D., Berger, T.G., Elston, D.M. 2000. Andrew’s Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 10th Ed. Canada. Saunders Elsevier.

3. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. 2011. Pedoman Pelayanan Medik. Jakarta.