The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Tuberkulosis

Ditulis oleh dr.Kevin Mulyadi


Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh kuman yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri yang menyebabkan TB disebarkan melalui udara, misalnya pada saat seorang penderita TB batuk, bersin, atau berbicara, lalu udara tersebut dihirup oleh orang lain. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru, walaupun terkadang bisa juga menyerang organ lain seperti perut, tulang, dan kulit. Keluhan yang biasanya dialami adalah demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan muncul perlahan, berkeringat saat tidur di malam hari, dan juga batuk. Keluhan biasanya berlangsung lebih dari 3 minggu.


Faktor risiko terkena penyakit ini di antaranya:

1. Kontak atau terpapar dengan orang yang menderita Tuberkulosis, terutama bila tinggal serumah

2. Kondisi rumah yang tertutup dan cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah terbatas

3. Daya tahan tubuh yang menurun


Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Penangganan tanpa obat yang dapat Anda lakukan meliputi:

1. Istirahat yang cukup

2. Tetap makan makanan yang bergizi, dan juga buah-buahan


Penangganan TB memerlukan obat yang diminum dalam waktu cukup lama (minimal 6 bulan), dan untuk mendapatkannya Anda perlu diperiksa langsung oleh dokter. Obat berikut dapat diminum untuk mengurangi gejala, tetapi perlu diingat obat ini tidak menyembuhkan penyakit TB-nya sendiri:

1. Parasetamol 500 mg setiap 8 jam untuk menurunkan demam (10 mg/kg berat badan bila anak dibawah 40 kg)


Cek lab

Anda dapat melakukan pemeriksaan lab atas anjuran dokter. Pemeriksaan lab yang biasanya dilakukan untuk menegakkan diagnosis TB adalah:

1. Pemeriksaan darah lengkap

2. Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA)


Pencegahan

1. Kenakan masker saat bertemu dengan orang lain

2. Terapkan etika batuk yang baik dan benar, yaitu batuk ke tissue dan kemudian buang tissuenya,

3. Cuci tengan sebelum dan sesudah menyentuh orang lain

4. Periksakan diri Anda ke pelayanan kesehatan tingkat pertama bila memiliki gejala yang disebutkan di atas


Referensi:

1. Raviglione, Mario C., and Richard J. O'Brien. “Tuberculosis.” Harrison's Principles of Internal Medicine, by Dennis L. Kasper et al., 18th ed., vol. 1, McGraw Hill Education, 2012, p. 1340.

2. “Tuberculosis (TB).” Centers for Disease Control and Prevention, 31 Dec. 2018, ww.cdc.gov/tb/default.htm. Tanggal akses 14 Maret 2020.

3. Tiemersma, Edine W., et al. “Natural History of Tuberculosis: Duration and Fatality of Untreated Pulmonary Tuberculosis in HIV Negative Patients: A Systematic Review.” PLoS ONE, vol. 6, no. 4, 2011, doi:10.1371/journal.pone.0017601.