top of page
Search

Tips Jitu Cegah Erupsi Obat Tetap

Prixa.Ai - 8 April 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Tips Cegah Erupsi Obat Tetap

Prixa, Jakarta - Saat sakit, mengonsumsi obat-obatan menjadi satu hal yang dilakukan untuk mengatasi kondisi yang sedang dialami. Akan tetapi, pada beberapa kasus, obat-obatan malah menimbulkan masalah lain pada tubuh, seperti reaksi alergi pada sebagian orang. Salah satu bentuk reaksi alergi terhadap obat adalah Erupsi Obat Tetap.


Dilansir dari Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat (NCBI), Erupsi Obat Tetap atau Fixed Drug Eruption (FDE) adalah suatu reaksi alergi terhadap obat yang muncul dalam bentuk bercak hiperpigmentasi yang berbentuk bulat atau oval. Reaksi ini dapat muncul pada satu atau banyak bagian tubuh di saat yang bersamaan.


Dikutip dari MedScape, kategori utama penyebab erupsi obat tetap termasuk antibiotik, antiepilepsi, antiinflamasi nonsteroid, sildenafil, dan fenotiazin. Akan tetapi, reaksi yang sama juga dapat timbul akibat alergi terhadap makanan tertentu, seperti kacang mete dan licorice (akar manis).


Gejala erupsi obat tetap

Ketika erupsi obat tetap terjadi padamu, tanda awal yang akan kamu alami adalah munculnya bercak bulat atau oval yang berwarna kemerahan dan bengkak pada kulit yang radang. Bercak ini juga dapat disertai dengan adanya memar. Kamu mungkin akan menemukan bercak bulat atau oval ini pada alat kelamin, kelopak mata, bibir, tangan, kaki, dan sekitar anus. Setelah beberapa waktu, bercak pada kulitmu akan memudar dan berubah warna menjadi keunguan atau kecoklatan. Memar yang kamu alami juga akan mengecil dan mengelupas. Biasanya bibir dan alat kelamin akan mengalami luka akibat bercak tersebut.


Gejala erupsi obat tetap umumnya muncul pada 30 menit hingga 8 jam awal setelah konsumsi obat penyebab alergi. Awalnya, bercak akan muncul di satu tempat dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Pada serangan berulang, penyebaran dapat menjadi semakin dan bercak yang sudah ada akan membesar.


Menurut MedScape, selain munculnya bercak, pasien erupsi obat tetap juga dapat mengalami gejala lain, seperti demam, mual, diare, dan kram perut meski tidak umum.


Penanganan erupsi obat tetap


Ketika kamu menyadari bahwa bercak bulat atau oval mulai muncul di kulit setelah kamu konsumsi obat tertentu, sebaiknya kamu segera melakukan 3 hal berikut.


Hentikan konsumsi atau paparan obat

Salah satu tujuan penanganan erupsi obat tetap adalah untuk mengidentifikasi obat penyebab reaksi alergi. Jadi, langkah utama saat mengalami penanganan erupsi obat tetap adalah untuk menghentikan konsumsi atau paparan obat yang mungkin menyebabkan alergi. Jika kamu tidak segera berhenti konsumsi obat, kamu akan meningkatkan risiko terjadinya serangan ulang.


Hindari makanan yang dapat memperparah alergi

Selain obat-obatan, beberapa jenis makanan juga dapat memperburuk kondisimu ketika mengalami alergi erupsi obat tetap. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu menghindari konsumsi makanan tertentu, seperti kacang mede, licorice, lentil, dan stroberi.


Konsumsi obat-obat

Dilansir dari Prixa, ketika mengalami erupsi obat tetap, kamu biasanya akan diberi obat-obatan tertentu. Di antaranya adalah antihistamin sistemik, obat topikal (oles) kortikosteroid, antibiotik apabila dicurigai terdapat infeksi, dan obat-obatan pereda gejala lain sesuai kondisimu, seperti parasetamol untuk meredakan demam.


Pencegahan erupsi obat tetap


Cara terbaik untuk mencegah terjadinya erupsi obat tetap adalah dengan memperhatikan obat-obatan yang kamu konsumsi. Kamu juga sebaiknya mencari tahu riwayat alergi yang dimiliki anggota keluarga, sehingga kamu dapat menghindari obat-obatan yang berpotensi menyebabkan reaksi alergi. Selain itu, kamu juga dapat melakukan patch test atau skin test untuk mengetahui jika kamu memiliki alergi terhadap zat-zat tertentu.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu telah melakukan langkah-langkah di atas tetapi erupsi obat tetap yang kamu alami tidak membaik, sebaiknya kamu langsung menghubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut. Kamu dapat menggunakan fitur telekonsultasi Prixa untuk konsultasi cepat dan mudah. Yuk periksa kondisimu sekarang dengan Prixa hanya dengan klik tombol di bawah ini!


Referensi:

Lee AY. Fixed drug eruptions. Incidence, recognition, and avoidance. Am J Clin Dermatol. 2000 Sep-Oct. 1(5):277-85.


Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz SI. Fixed drug eruptions. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 6th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2003. 1333.


Ben Fadhel N, Chaabane A, Ammar H, Ben Romdhane H, Soua Y, Chadli Z, et al. Clinical features, culprit drugs, and allergology workup in 41 cases of fixed drug eruption. Contact Dermatitis. 2019 Jul 10.


Prixa. Diakses pada 2022. Erupsi Obat Tetap


NIH National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Fixed drug eruptions: presentation, diagnosis, and management


Medscape. Diakses pada 2022. Fixed Drug Eruptions

 
Semua layanan kesehatan dalam satu platform Prixa

108 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page