top of page
Search

Tips Efektif Atasi Sakit Kepala Migrain

Prixa.ai - 16 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

tips atasi sakit kepala migrain

Prixa, Jakarta - Mengalami sakit kepala tentunya menjadi hal yang sangat mengganggu aktivitas. Tak jarang, sakit kepala, apapun jenisnya, dapat menjadi sangat sakit dan tidak nyaman hingga mempengaruhi fungsi sehari-hari. Di antara berbagai jenis sakit kepala, salah satu yang paling sering ditemui adalah sakit kepala migrain.


Migrain adalah kondisi ketika seseorang mengalami nyeri kepala berdenyut yang dirasakan pada satu sisi kepala. Karena hanya terjadi pada satu sisi, migrain sering juga disebut sebagai ‘sakit kepala sebelah.’


Dilansir dari Mayo Clinic, serangan migrain bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari. Intensitas migrain juga beragam, dari yang sedang hingga sangat parah. Migrain yang parah biasanya dapat disertai dengan mual, muntah, dan sensitivitas tinggi terhadap cahaya dan suara.


Penyebab Migrain

Menurut Dinas Kesehatan Sosial Britania Raya (NHS UK), penyebab pasti migrain tidak diketahui. Akan tetapi, migrain dianggap sebagai hasil dari aktivitas otak tidak normal yang mempengaruhi sinyal saraf dan pembuluh darah di otak. Meski penyebabnya tidak diketahui, migrain dapat terjadi karena adanya faktor pemicu tertentu. Faktor pemicu migrain terbagi dalam 5 kategori.


Stres yang tidak tertangani

Faktor psikologis adalah salah satu faktor utama yang paling sering memicu terjadinya migrain pada banyak orang. Stres menjadi suatu faktor pemicu yang sering dikaitkan dengan migrain. Dikutip dari WebMD, sebanyak 80% orang yang mengalami migrain menyebutkan bahwa stres adalah pemicu umum migrain. Orang-orang ini juga telah melaporkan tingkat stres yang tinggi.


Stres dapat meningkatkan risiko migrain karena stres yang sering atau parah dapat mengubah fungsi dan struktur otak. Hal ini yang kemudian menyebabkan migrain. Selain stres, faktor psikologis pemicu migrain juga dapat berupa kecemasan, ketegangan, dan depresi.


Terlalu lelah atau kurang tidur

Selain kondisi psikologis, kondisi fisik juga dapat meningkatkan risiko migrain. Biasanya migrain dapat muncul ketika kamu sedang kelelahan atau memiliki kualitas tidur yang buruk. Dilansir dari Migraine Trust, kekurangan atau kelebihan tidur dapat memicu serangan migraine. Beberapa orang mengalami migrain ketika mereka tidak tidur malam atau tidur terlalu larut. Hal inilah kemudian menyebabkan kelelahan.


Selain itu, migrain juga dapat terjadi akibat postur tubuh yang buruk, ketegangan pada otot leher atau bahu, hipoglikemia (gula darah rendah), dan olahraga berat ketika kamu belum terbiasa.


Siklus menstruasi

Beberapa wanita mengalami migrain beriringan dengan waktu menstruasi, kondisi ketika perubahan kadar hormon terjadi. Biasanya, migrain akibat menstruasi terjadi antara 2 hari sebelum menstruasi mulai hingga 3 hari setelahnya. Banyak wanita merasa jika migrain membaik setelah menopause. Akan tetapi, bagi beberapa wanita, menopause juga dapat memicu atau malah memperburuk migrain.


Makan sembarangan

Pola makan serta makanan dan minuman yang kamu konsumsi juga dapat menjadi pemicu migrain. Menurut WebMD, ketika pola makan kamu tidak teratur, seperti makan tidak cukup, menunda makan, dan tidak mencukupi kebutuhan cairan, risiko migrain akan meningkat.


Migrain juga dapat terjadi ketika kamu mengonsumsi makanan dan minuman tertentu. Produk kafein, seperti teh dan kopi, serta minuman beralkohol merupakan juga dapat memicu migrain.


Perubahan kondisi yang ekstrem

Ternyata kondisi di sekitar kamu juga dapat memicu migrain, lho. Ketika kamu berada di ruangan dengan cahaya yang terang atau suara yang keras, hal ini dapat membuat kamu mengalami migrain. Selain itu, perubahan iklim, seperti perubahan kelembaban atau suhu yang sangat dingin, juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu migrain.


Cara menangani migrain

Migrain tentunya sangat mengganggu, apalagi kalau kamu sedang beraktivitas. Ketika hal ini terjadi, tentunya kamu ingin segera meredakan rasa sakitnya. Berikut beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menangani migrain.


Memberi kompres dingin pada kepala

Dikutip dari Healthline.com, memberi kompres dingin pada kepala atau leher dapat meredakan sakit kepala migrain karena sensasi dingin dapat memiliki efek mati rasa yang dapat menghilangkan rasa sakit.


Dr. Tania Elliott, kepala petugas medis di EHE, mengatakan bahwa kompres dingin dengan es sering menjadi pilihan untuk mengobati rasa sakit kepala karena rasa dingin dapat menyempitkan pembuluh darah dan membantu mengurangi neurotransmisi rasa sakit ke otak. Oleh sebab itu, otak akan lebih fokus pada sensasi dingin dibanding rasa sakit.


Relaksasi

Melakukan teknik relaksasi ketika sedang mengalami migrain menjadi salah satu cara yang dapat kamu coba. Relaksasi dapat kamu lakukan dengan peregangan, yoga, atau meditasi. Selain itu, kamu juga dapat mengurangi cahaya dan suara dalam ruangan agar lebih relaks. Dengan relaksasi, kamu dapat meredakan ketegangan yang adalah salah satu faktor pemicu migrain.


Mengendalikan stres

Seperti yang sudah kamu ketahui, stres dan kondisi psikologis lain termasuk faktor pemicu migrain paling utama. Oleh sebab itu, saat migrain, sebaiknya kamu mencoba untuk mengelola stres yang kamu alami.


Mayo Clinic merekomendasikan berbagai cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi stres. Kamu dapat mencoba untuk meluangkan waktu untuk istirahat sejenak saat sedang kewalahan dengan hal-hal yang perlu kamu lakukan. Berpikiran positif, mengelola waktu dengan bijak, dan menikmati waktu untuk diri sendiri menjadi alternatif untuk mengendalikan stres.


Mengatur pola makan dan menghindari makanan dan minuman pemicu

Pola makan memiliki pengaruh yang cukup besar pada migrain. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu mengatur pola makan untuk mengurangi migrain. Makanlah dengan teratur dan hindari melewatkan waktu makan.


Kamu juga sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu migrain. Mengonsumsi minuman dengan kadar kafein tinggi dan alkohol saat migrain dapat memperburuk rasa sakit yang kamu alami. Menghindari makanan tertentu seperti keju dan coklat juga dapat membantu meredakan migrain.


Mengonsumsi obat

Menurut NHS UK, obat-obatan yang dijual bebas, seperti parasetamol, aspirin, dan ibuprofen, dapat membantu mengurangi gejala migrain. Untuk mendapat hasil paling efektif, sebaiknya kamu mengonsumsi obat-obatan ini pada saat gejala pertama migrain muncul. Dengan mengonsumsi obat di awal, kamu akan memberi waktu bagi obat untuk menyerap ke dalam darah dan meredakan gejala migrain. Sebaiknya kamu menghubungi dokter terlebih dahulu karena pada dasarnya, konsumsi obat-obatan tersebut lebih baik dilakukan sesuai dengan instruksi dokter.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu telah melakukan cara-cara di atas tetapi migrain yang kamu alami tak kunjung reda, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat rekomendasi dan instruksi terbaik. Konsultasi dengan dokter dapat dengan mudah kamu lakukan dengan menggunakan fitur telekonsultasi hanya dengan klik tombol di bawah!. Yuk, tunggu apa lagi?



Referensi:

Aninditha T, Rasyid A. Nyeri kepala. In: Aninditha T, Wiratman W, editors. Buku Ajar Neurologi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017.


Charles A. The pathophysiology of migraine: implications for clinical management. Lancet Neurol. 2018; 17:174-82


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Migraine


NHS. Diakses pada 2022. Migraine Causes


WebMD. Diakses pada 2022. When Stress Is a Chronic Migraine Trigger


WebMD. Diakses pada 2022. Food Triggers for Migraines


The Migraine Trust. Diakses pada 2022. Migraine attack triggers


Healthline. Diakses pada 2022. Can Ice Packs Treat Headaches?


NHS. Diakses pada 2022. Migraine Treatment


Prixa. Diakses pada 2022. Nyeri Kepala Migrain (Migraine Headache)

 
Semua layanan kesehatan dalam satu platform prixa sekarang



0 views0 comments
bottom of page