The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Tetanus

Tetanus adalah kondisi kaku dan tegang di seluruh otot tubuh akibat infeksi bakteri.


Faktor Risiko

Tetanus lebih mudah menyerang orang usia dewasa, tinggal atau bepergian ke negara beriklim hangat dan kurang bersih, tidak mendapatkan vaksinasi yang cukup terutama vaksin tetanus, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk. Selain itu, seseorang dapat terkena tetanus apabila memiliki luka yang tidak dibersihkan, melahirkan dengan proses bersalin yang kurang higienis, mempunyai luka di tubuh yang bersifat kronis, menjalani prosedur pembuatan tato, dan proses penanganan mulut dan gigi yang tidak bersih.


Gejala dan Tanda

Gejala tetanus antara lain kesulitan membuka mulut (trismus), kelelahan di sekujur tubuh, keringat dingin, kesulitan menelan, takut akan air (hidrofobia), produksi air liur berlebihan, kejang otot bagian punggung, sering merasa ingin buang air kecil, suhu tubuh meningkat, detak jantung tidak beraturan, dan nyeri di hampir seluruh bagian tubuh.


Penyebab

Penyebab utama dari tetanus adalah infeksi bakteri Clostridium tetanii. Spora dari bakteri tersebut dapat berkembang biak hampir di mana saja, terutama di tanah, debu, dan kotoran binatang. Apabila seseorang memiliki luka terbuka, spora bakteri berpotensi masuk ke dalam luka tersebut dan menghasilkan racun yang merusak sistem saraf yang mengontrol otot.


Penanganan Nonfarmakologis

Apabila curiga tetanus, penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah membersihkan area luka yang ada. Selain itu, sebaiknya pasien dibawa ke unit gawat darurat.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat diberikan pada kasus tetanus adalah obat-obatan antitoksin untuk mengatasi racun dari bakteri Clostridium tetanii, antibiotik, dan obat penenang untuk membantu mengatasi gejala otot kaku dan kejang serta menghambat transmisi racun pada saraf. Selain itu, pasien dapat diberikan obat untuk mengatasi gejala pernapasan dan detak jantung. Setelah gejala terkontrol, pasien diberikan vaksinasi tetanus.


Pencegahan

Untuk mencegah tetanus, pastikan Anda sudah tervaksinasi tetanus. Vaksin tetanus merupakan vaksin wajib untuk anak yang masuk ke dalam program pemerintah. Jika terjadi luka yang dalam, bersihkan luka sesegera mungkin dan gunakan krim antibiotik. Ganti plester atau perban setiap hari. Selain itu, pastikan kondisi luka tetap bersih.


Prognosis

Prognosis tetanus bervariasi tergantung dari masa berkembangnya penyakit dan derajat keparahan.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pada umumnya penyakit ini dapat didiagnosis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Namun, jika pada luka masih terdapat cairan, dapat dilakukan pemeriksaan cairan luka untuk mengetahui adanya bakteri yang dapat menyebabkan tetanus. Selain itu, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis lain dan mengetahui adanya infeksi.



Referensi

1. World Health Organization. WHO Technical Note: Current recommendations for treatment of tetanus during humanitarian emergencies. January 2010

2. Pearce JM. Notes on tetanus (lockjaw). J Neurol Neurosurg Psychiatry. 1996 Mar. 60(3):332

3. Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Updated recommendations for use of tetanus toxoid, reduced diphtheria toxoid, and acellular pertussis (Tdap) vaccine in adults aged 65 years and older. 2012. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2012 Jun 29. 61(25):468-70