Nyeri Kepala Tipe Tegang (Tension-Type Headache)

Nyeri kepala tipe tegang (tension-type headache) adalah nyeri kepala yang dirasakan dengan sensasi kepala seperti diikat kuat oleh tali. Berdasarkan frekuensinya, nyeri kepala tipe tegang dibagi menjadi nyeri kepala sering (minimal 10 episode dalam 14 hari setiap bulannya dan sudah terjadi selama 3 bulan) serta nyeri kepala jarang (minimal 1 episode dalam waktu kurang dari 1 hari per bulan atau kurang dari 12 kali dalam setahun).


Faktor Risiko

Nyeri kepala tipe tegang dapat dicetuskan oleh sejumlah faktor, seperti stres, depresi, kelelahan, kelaparan, dan posisi kepala atau leher yang tidak baik. Faktor lainnya yang dapat mendukung terjadinya nyeri kepala tipe tegang adalah kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, mencium aroma tertentu, merokok, dehidrasi, serta paparan sinar matahari.


Gejala dan Tanda

Gejala dari nyeri kepala tipe tegang adalah adanya sensasi kepala seperti terikat kuat pada kedua sisi kepala, dahi, atau kepala bagian belakang. Durasi setiap episode nyeri kepala tipe tegang adalah 30 menit hingga 7 hari dengan intensitas ringan hingga sedang. Pada umumnya, nyeri kepala tipe tegang juga disertai dengan nyeri dan kekakuan pada otot leher, gelisah, gangguan konsentrasi, serta gangguan tidur (sulit tidur atau mudah terbangun saat tidur). Nyeri kepala tipe tegang umumnya tidak diperparah dengan aktivitas, tetapi bisa dipicu oleh perubahan posisi dari tidur ke bangun. Sementara itu, gejala yang umumnya tidak ditemukan pada nyeri kepala tipe tegang adalah mual, muntah, fotofobia (tidak nyaman bila melihat cahaya), dan fonofobia (tidak nyaman bila mendengar suara).


Penyebab

Penyebab timbulnya nyeri kepala tipe tegang belum diketahui secara pasti. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa nyeri kepala tipe tegang terjadi karena berkurangnya suplai oksigen ke otak yang dapat dipicu oleh adanya ketegangan otot (leher, wajah, dan kepala), kurang sel darah merah (anemia), dan tekanan darah rendah (hipotensi). Ketegangan pada otot leher dan kepala dapat dicetuskan oleh posisi yang tidak baik dalam jangka waktu lama (seperti terlalu lama menundukkan kepala) atau pun stres psikologis.


Penanganan Nonfarmakologis

Bila Anda mengalami nyeri kepala tipe tegang, segera konsultasikan keluhan Anda kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Secara mandiri, upaya yang dapat Anda lakukan untuk menangani nyeri kepala tipe tegang adalah mengendalikan stres psikologis serta memberikan kompres air hangat. Selain itu, terapi medis tanpa obat yang dapat dilakukan (atas pertimbangan dokter) mencakup terapi relaksasi, terapi kognitif perilaku, akupuntur, dan mengikuti kelas manajemen stres.


Penanganan Farmakologis

Obat pereda nyeri, seperti Paracetamol dan golongan antiinflamasi nonsteroid (seperti Ibuprofen dan Diklofenak), dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas nyeri. Golongan obat lainnya, seperti antidepresan dan pelemas otot, dapat dikonsumsi sesuai indikasi. Pada dasarnya, konsumsi obat-obatan dan terapi lainnya harus sesuai dengan instruksi dokter.


Pencegahan

Pencegahan terhadap nyeri kepala tipe tegang dapat dilakukan dengan berbagai upaya, seperti Istirahat cukup, menghindari keadaan stres psikologis, konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, serta menjaga berat badan ideal.


Prognosis

Nyeri kepala tipe tegang dapat diatasi secara optimal dengan modifikasi gaya hidup (menghindari faktor risiko) dan konsumsi obat-obatan sesuai instruksi dokter.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan penunjang berupa pencitraan kepala (CT-scan atau MRI) dapat dilakukan atas pertimbangan dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kelainan pada struktur otak.


Referensi

1. Aninditha T, Rasyid A. Nyeri kepala. In: Aninditha T, Wiratman W, editors. Buku Ajar Neurologi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017.

2. Sjahrir H, Machfoed MH, Suharjanti I, Basir H, Adnyana MO. Konsensus Nasional IV diagnostik dan penatalaksanaan nyeri kepala. Surabaya: Airlangga University Press; 2013.

3. Fumal A, Schoenen J. Tension-type headache: current research and clinical management. Lancet Neurol ; 2008; 7(1):70-83.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai