Sinusitis

Ditulis oleh Arini Ayatika Sadariskar, S.Ked.

Diperiksa oleh dr. Frisca A. Halim


Sinusitis adalah peradangan pada rongga-rongga di sekitar hidung yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Gejalanya berupa ingus, terdapat dahak berwarna kuning atau kehijauan, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, serta nyeri dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi. Dapat disertai oleh rasa tertekan pada telinga, nyeri kepala, sakit gigi, dan bau mulut.


Apa yang bisa Anda lakukan?

Penanganan tanpa obat:

1. Istirahat yang cukup.

2. Jaga kelembaban sinus, misalnya menghirup uap dari air panas

3. Bila diperlukan, dapat meminta petunjuk dokter untuk melakukan cuci hidung dengan larutan NaCl 0,9%.


Penanganan dengan obat:

1. Parasetamol 500 mg, 1-2 tablet, 3-4 kali sehari untuk mengurangi nyeri

2. Saline nasal spray.

3. Kortikosteroid hidung.

4. Dekongestan.

5. Antibiotik dapat diberikan sesuai dengan anjuran dokter.


Cek lab:

Endoskopi hidung, CT scan, atau uji cungkit kulit, sesuai anjuran dokter.


Kapan Anda perlu ke dokter?

Segera kunjungi dokter bila gejala tidak hilang lebih dari 1 minggu, demam, riwayat sinusitis berulang atau jangka panjang, gejala semakin memburuk, nyeri, bengkak, atau kemerahan di sekitar mata, kebingungan, penglihatan ganda, dan kaku leher.


Bagaimana cara mencegah timbulnya kondisi ini?

Hindari asap rokok dan polusi udara, kelola alergi bila ada, dan jaga ruangan tidak terlalu kering, misalnya dengan humidifier.


Referensi

1. Bennett JE, et al., eds. Sinusitis. In: Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases. 8th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2015.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai