Sindrom Nyeri Miofasial

Sindrom nyeri miofasial atau myofascial pain syndrome merupakan suatu nyeri kronik yang disebabkan adanya peradangan pada jaringan lunak atau otot pada tubuh. Rasa nyeri yang muncul terutama berhubungan dengan nyeri otot. Perbedaan yang cukup mendasar dengan fibromialgia adalah nyeri pada sindrom nyeri miofasial hanya terbatas pada otot.


Faktor Risiko

Faktor- faktor seperti cedera pada diskus antar tulang belakang, gerakan repetisi, stres, serta depresi dapat meningkatkan kemungkinan penyakit ini. Pada beberapa kasus, kurangnya aktivitas juga bisa menyebabkan munculnya penyakit ini. Keadaan medis seperti serangan jantung atau irritable bowel syndrome (IBS) juga bisa memicu penyakit ini.


Gejala dan Tanda

Gejala fibromialgia dapat berupa nyeri otot pada titik-titik tertentu. Dapat disertai pula dengan kekakuan otot, kelelahan, kualitas tidur yang buruk, nyeri kepala, serta abnormalitas postur tubuh seperti membungkuk.


Penyebab

Otot memiliki titik rangsang untuk kontraksi. Pada fibromialgia, area tersebut berkontraksi secara berlebihan sehingga menghasilkan nyeri. Kontraksi berlebihan ini juga menyebabkan gerakan yang terbatas, nyeri pada saat ditekan, denyutan lokal, nyeri yang dirasakan pada bagian tubuh lain, hilangnya koordinasi, hingga kelemahan otot.


Penanganan Nonfarmakologis

Penanganan tanpa obat-obatan dapat berupa mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, menghindari bahan makanan yang dapat menyebabkan nyeri, berolahraga rutin, membuat kebiasaan tidur menjadi lebih baik, serta terapi fisik untuk memperbaiki postur tubuh. Untuk penanganan nyeri, dapat diberikan kompres hangat, akupuntur, cold laser, dry needling dengan menusukkan jarum pada daerah yang menjadi titik rangsangan nyeri, stimulasi listrik, peregangan, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), serta ultrasonografi.


Penanganan Farmakologis

Penanganan penyakit ini terutama untuk mengurangi keluhan nyeri. Dapat diberikan obat antinyeri, pelemas otot, anestesi lokal, atau steroid pada titik rangsang.


Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, manajemen stres, berolahraga secara teratur, memperbaiki postur tubuh, serta menjaga berat badan agar tetap ideal dapat mengurangi kemungkinan penyakit ini.


Prognosis

Sindrom nyeri miofasial memiliki prognosis yang baik. Dengan penanganan yang tepat, gejala dapat dikontrol bahkan dihilangkan.


Referensi

1. Desai MJ, Saini V, Saini S. Myofascial pain syndrome: a treatment review. Pain Ther. 2013 Jun;2(1):21–36.

2. Jafri MS. Mechanisms of myofascial pain. Int Sch Res Notices [Internet]. Disunting dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4285362/

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai