top of page
Search

Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Reaksi Stres Akut dan PTSD

Prixa.ai - 1 April 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Perbedaan reaksi stres akut dan ptsd

Prixa, Jakarta - Mengalami atau menyaksikan sesuatu yang tidak menyenangkan pastinya akan mempengaruhi kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek yang ditimbulkan oleh peristiwa tertentu dapat berbeda-beda bagi semua orang, salah satunya adalah munculnya trauma. Trauma yang disebabkan oleh kejadian tertentu dapat mengganggu kondisi fisik, psikologis, atau emosional seseorang. Penyakit mental juga dapat timbul, termasuk gangguan stres akut dan gangguan stress pasca-trauma (PTSD).


Meski memiliki kemiripan, reaksi stres akut dan PTSD tidak sama. Dilansir dari Patient, reaksi stres akut atau acute stress disorder (ASD) terjadi saat gejala berkembang karena peristiwa tidak terduga, seperti kecelakaan serius, kematian mendadak, atau peristiwa traumatis lainnya. Kata ‘akut’ mengindikasi bahwa gejala yang berkembang terjadi dengan cepat tetapi biasanya tidak berlangsung lama. Umumnya, ASD terjadi selama setidaknya tiga hari dan dapat berlangsung selama satu bulan.


Berbeda dari reaksi stres akut, gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dapat berkembang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa traumatis terjadi. Dikutip dari Institut Kesehatan Mental Nasional Amerika Serikat (NIMH), kondisi PTSD beberapa orang dapat membaik setelah 6 bulan, sementara yang lain memiliki gejala kambuhan yang bertahan lebih lama. Pada beberapa kasus, kondisi penderita PTSD dapat menjadi kronis.


Gejala ASD dan PTSD

Dikutip dari “The Merck Manual of Diagnosis and Therapy,” reaksi stres akut atau ASD dan PTSD serupa dan umumnya melibatkan kombinasi berikut:


Intrusi

Penderita ASD dan PTSD terkadang memiliki ingatan atau mimpi tentang peristiwa traumatis yang mereka alami atau saksikan. Biasanya hal ini dapat berulang dan terjadi dengan tidak sengaja. Mereka juga dapat memiliki reaksi disosiatif, seperti flashback (kilas balik) yang membuat mereka merasakan kembali peristiwa traumatis.


Gangguan kognisi dan/atau suasana hati

ASD dan PTSD sama-sama dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk mengingat aspek penting dari peristiwa traumatis yang terjadi. Penderita ASD dan PTSD memiliki pemikiran menyimpang tentang penyebab atau konsekuensi dari trauma. Contohnya, mereka merasa bahwa kejadian tersebut adalah salah mereka atau kejadian tersebut dapat dihindari jika mereka melakukan tindakan tertentu yang dapat menghindarinya.


Orang-orang dengan reaksi stres akut dan PTSD juga dapat mengalami peningkatan emosi negatif, seperti rasa takut, bersalah, sedih, malu, dan bingung. Biasanya mereka juga menjadi tidak minat untuk bersosialisasi, menarik diri dari pergaulan, dan kehilangan harapan.


Perubahan gairah atau reaktivitas

Penderita ASD dan PTSD juga dapat mengalami perubahan pada gairah dan reaksi. Mereka dapat tiba-tiba merasa gelisah, memiliki respons kaget yang berlebihan, sulit bersantai, sulit berkonsentrasi, dan mengalami mimpi buruk yang menyebabkan gangguan tidur.


Penghindaran

Trauma yang disebabkan oleh ASD dan PTSD dapat membuat seseorang menghindari apapun yang dapat mengingatkannya akan peristiwa tertentu. Ia akan menghindari ingatan, perasaan, atau hal-hal lain secara terus-menerus selama gejala berlangsung. Tidak hanya itu, seseorang juga dapat mengubah rutinitasnya agar terhindar dari ingatan yang tidak diinginkan.


Perasaan disosiatif

Beberapa orang yang terdiagnosis ASD atau PTSD dapat merasa bahwa mereka terlepas dari dunia nyata yang menyebabkan perasaan seolah-olah mereka berada dalam mimpi dan dunia ini tidak nyata.


Penanganan ASD dan PTSD

Trauma dapat memiliki pengaruh yang besar bagi fungsi keseharian seseorang. Tidak hanya itu, sebagian orang juga dapat merasa tidak percaya diri dan kehilangan harga diri akibat trauma yang mereka alami. Dilansir dari The Recovery Village, untuk mengurangi stimulasi trauma, pengobatan ASD dan PTSD sangat dibutuhkan bagi pasien agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Penanganan profesional juga akan membantu pasien untuk mengembangkan kemampuan mereka untuk mengatasi dan mengelola gejala yang dialami.


Umumnya, reaksi stres akut dapat ditangani dengan berbicara secara terbuka dengan psikolog atau ahlinya. Terkadang, pasien ASD juga dapat diberikan obat antidepresan. Karena ASD bukan kondisi kronis, meditasi, yoga, dan kegiatan relaksasi dapat membantu penanganan gejala.


Berbeda dari ASD, PTSD membutuhkan penanganan yang lebih serius. Dikutip dari NIMH, perawatan utama untuk PTSD adalah obat-obatan, psikoterapi, atau keduanya. Karena PTSD dapat mempengaruhi penderitanya secara berbeda-beda, jenis pengobatan bagi setiap pasien juga beragam. Beberapa orang dengan PTSD mungkin perlu mencoba perawatan yang berbeda untuk menemukan apa yang berhasil untuk gejala mereka.


Meski jenis penanganan ASD dan PTSD berbeda, keduanya sama-sama membutuhkan penanganan segera. Penting bagi setiap pasien ASD dan PTSD untuk dirawat oleh penyedia kesehatan mental yang memang berpengalaman dengan kedua gangguan ini. Jika tidak ditangani dengan tepat, bukan tidak mungkin ASD dapat berkembang menjadi PTSD.


Ditinjau oleh Psikolog Yulius Steven


Jika kamu membutuhkan seorang profesional untuk berbicara dan berkonsultasi mengenai kondisi kamu setelah mengalami peristiwa traumatis, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan psikolog Prixa. Kamu tidak perlu keluar rumah untuk mendapat penanganan yang tepat, hanya dengan klik tombol dibawah ini, kamu bisa langsung menggunakan fitur telekonsultasi Prixa.



Referensi:

Prixa. Diakses pada 2022. Reaksi Stres Akut


Patient. Diakses pada 2022. Acute Stress Reaction


National Institue of Mental Health. Diakses pada 2022. Post-Traumatic Stress Disorder


MSD Manual Professional Version. Diakses pada 2022. Acute and Posttraumatic Stress Disorders (ASD and PTSD) in Children and Adolescents


The Recovery Village. Diakses pada 2022. Acute Stress Disorder vs. PTSD: What’s The Difference?

 
Curhat dan cari solusi bersama prixa

0 views0 comments
bottom of page