top of page
Search

Sering Lelah Meski Sudah Istirahat? Sindrom Kelelahan Kronis Mungkin Penyebabnya

Prixa.ai - 28 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Prixa, Jakarta - Umumnya istirahat akan mengembalikan stamina dan kebugaran tubuh. Akan tetapi, bagi sebagian orang, rasa lelah yang berlebih tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat atau tidur. Jika hal ini sering terjadi padamu, mungkin ini pertanda kalau kamu menderita Sindrom Kelelahan Kronis.


Dilansir dari Mayo Clinic, Sindrom Kelelahan Kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS) adalah gangguan yang ditandai dengan kelelahan ekstrem yang dapat memburuk dengan aktivitas fisik atau mental dan tidak membaik setelah istirahat. Kondisi ini biasanya berlangsung lama dan dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh sehingga disebut juga sebagai myalgic encephalomyelitis. Sindrom Kelelahan Kronis berlangsung setidaknya selama enam bulan dan sulit untuk sepenuhnya dijelaskan oleh kondisi medis yang mendasarinya.


Hingga saat ini, penyebab Sindrom Kelelahan Kronis belum diketahui. Akan tetapi, menurut beberapa teori, sindrom ini dapat dipicu oleh infeksi virus dan stres psikologis. Beberapa ahli juga percaya bahwa Sindrom Kelelahan Kronis juga dapat disebabkan oleh kedua faktor tersebut.


Gejala Sindrom Kelelahan Kronis

Setiap penderita Sindrom Kelelahan Kronis mengalami gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang juga beragam. Menurut Layanan Kesehatan Sosial Inggris (NHS UK), kebanyakan penderita sindrom ini mengalami 3 gejala utama, antara lain:


Kelelahan Ekstrem

Gejala utama Sindrom Kelelahan Kronis adalah rasa lelah fisik dan mental luar biasa yang tidak hilang dengan istirahat atau tidur. Bagi penderita Sindrom Kelelahan Kronis, rasa lelah yang disebabkan sindrom ini berbeda dari apa yang pernah mereka rasakan sebelumnya. Akibatnya, penderita sindrom ini sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya, gejala ini akan memburuk setelah olahraga. Bahkan bagi sebagian orang, aktivitas sehari-sehari seperti mandi, memasak, atau membuang sampah dapat menyebabkan kelelahan yang parah.


Masalah Tidur

Sindrom Kelelahan Kronis biasanya ditandai oleh masalah tidur yang sering membuat penderitanya tidak merasa segar ketika bangun, seakan-akan mereka tidak istirahat sama sekali. Tidak hanya itu, terkadang penderita sindrom ini juga sulit untuk tetap tertidur di malam hari. Akibatnya, mereka akan merasa sangat lelah dan kaku ketika bangun tidur dan mengantuk di siang hari.


Masalah dengan Memori dan Konsentrasi

Memori dan konsentrasi penderita Sindrom Kelelahan Kronis umumnya juga akan terganggu. Mereka mungkin memiliki masalah untuk mengingat kata, nama, atau angka tertentu. Penderita sindrom ini juga terkadang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan fokus pada beberapa hal secara bersamaan. Tidak jarang, mereka juga dapat menjadi lambat untuk berbicara dan bereaksi terhadap sesuatu. Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh Sindrom Kelelahan Kronis ini dapat disebut dengan “kabut otak.”


Penanganan Sindrom Kelelahan Kronis

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pengobatan khusus untuk Sindrom kelelahan Kronis belum tersedia. Penanganan kondisi ini biasanya fokus untuk meredakan atau mengelola gejala yang dialami oleh pasien.


Sindrom Kelelahan Kronis dapat menyebabkan masalah lain, termasuk depresi, stres, dan kecemasan. Ketika pasien mengalami depresi selama menderita penyakit ini, dokter dapat memberi antidepresan untuk membantu mengendalikan depresi atau kecemasan. Obat-obatan lain seperti parasetamol (500mg 3x sehari) juga dapat membantu meredakan gejala sindrom ini ketika pasien mengalami nyeri atau pegal-pegal.


Gejala Sindrom Kelelahan Kronis juga dapat ditangani tanpa obat. Dikutip dari Prixa, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, berolahraga rutin dengan meningkatkan intensitas secara bertahap, dan terapi kognitif adalah alternatif yang dapat dicoba oleh pasien Sindrom Kelelahan Kronis.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu merasa bahwa kamu mengalami Sindrom Kelelahan Kronis, sebaiknya kamu langsung konsultasi dengan dokter karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Yuk gunakan fitur telekonsultasi hanya dengan klik tombol dibawah ini untuk konsultasi dengan dokter agar kondisi kamu dapat segera ditangani.



Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Myalgic Encephalopathymyelitis/Chronic Fatigue Syndrome


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Chronic Fatigue Syndrome


NHS. Diakses pada 2022. Myalgic encephalomyelitis or chronic fatigue syndrome (ME/CFS)


Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Treatment of ME/CFS


Prixa. Diakses pada 2022. Sindrom Kelelahan Kronis

 

0 views0 comments
bottom of page