top of page
Search

Segera Lakukan 5 Hal Ini Saat Kamu Mengalami Keracunan Makanan

Prixa.ai - 22 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Prixa, Jakarta - Kamu perlu hati-hati ketika makan di tempat yang tidak biasa kamu kunjungi karena jika salah-salah pilih makan kamu bisa keracunan makanan. Walaupun umum terjadi, keracunan tentunya tetap menimbulkan kecemasan yang hebat karena kondisi yang ditimbulkan cukup mengkhawatirkan. Yuk kenali apa yang harus dilakukan ketika keracunan terjadi agar tidak semakin parah.


Dilansir dari Mayo Clinic, keracunan makanan (food poisoning), atau yang bisa juga disebut foodborne illness, adalah kondisi yang terjadi setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Organisme menular atau infeksius ini dapat mencemari makanan pada saat makanan diproses atau diproduksi.


Kontaminasi juga dapat terjadi di rumah sendiri, yaitu ketika makanan tidak diolah dan dimasak dengan benar.

Mengonsumsi makanan mentah, makanan yang terlalu lama disimpan di suhu ruangan, dan makanan yang telah tersentuh orang yang sedang terinfeksi dapat menyebabkan keracunan makanan.


Gejala keracunan makanan

Gejala keracunan makanan umumnya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala yang terjadi dapat berbeda-beda, tergantung pada organisme penyebab, jumlah paparan, usia, serta kondisi kesehatan penderitanya. Akan tetapi, kebanyakan orang akan mengalami gejala umum keracunan makanan saat mengalaminya. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin kamu alami ketika keracunan makanan terjadi padamu.


  • Mual dan muntah

  • Diare (dapat disertai dengan darah atau lendir)

  • Demam

  • Nafsu makan menurun

  • Nyeri dan kram pada perut

  • Keracunan makanan juga dapat menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti diare berdarah, demam tinggi di atas 38°C, dan tanda-tanda dehidrasi. Ketika kamu mengalami ini, sebaiknya kamu langsung mengunjungi fasilitas kesehatan.


5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Ketika Alami Keracunan Makanan

Meski bukan merupakan suatu penyakit dengan prognosis baik, jika tidak segera ditangani, keracunan makanan dapat menimbulkan keadaan serius. Gejala yang berat dan menetap dapat menyebabkan dehidrasi yang tentunya akan membahayakan kamu. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu langsung melakukan 5 hal ini ketika tanda keracunan muncul.


Berhenti makan dan minum sementara

Dikutip dari Healthline.com, ketika gejala muncul pertama kali, sebaiknya kamu memberi waktu untuk sistem pencernaan untuk beristirahat terlebih dahulu dengan berhenti makan dan minum sementara. Setelah beberapa jam, kamu dapat perlahan mulai makan dan minum dalam jumlah yang sedikit namun sering. Pastikan makanan yang kamu konsumsi adalah makanan yang mudah dicerna dan rendah lemak, seperti pisang, putih telur, dan sereal.


Minum minuman mengandung elektrolit

Salah satu komplikasi paling umum akibat keracunan makanan adalah dehidrasi. Ketika mengalami keracunan makanan, kamu akan kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak akibat diare dan muntah.

Menurut WebMD, selama tidak parah, dehidrasi dapat ditangani di rumah sesuai dengan instruksi dokter. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi minuman mengandung elektrolit, seperti minuman olahraga. Selain itu, kamu bisa minum jus buah dan air kelapa yang dapat mengembalikan karbohidrat dan membantu mengatasi kelelahan. Kamu juga sebaiknya menghindari kafein yang dapat mengiritasi saluran pencernaan.


Istirahat

Kondisi keracunan makanan dan dehidrasi yang mungkin timbul tentunya akan menyebabkan kelelahan. Ketika mengalami keracunan makanan, kamu sebaiknya beristirahat dengan cukup untuk mengembalikan stamina. Tanpa istirahat, kondisi tubuh kamu akan melemah.


Konsumsi obat-obatan sesuai gejala

Saat kamu mengalami keracunan makanan, mengonsumsi obat-obatan sesuai gejala akan membantu kamu segera pulih. Dilansir dari WebMD, obat-obatan yang dijual bebas seperti loperamide atau yang biasa dikenal dengan Imodium (obat antidiare) dan Bismuth subcitrate atau yang dikenal dengan Pepto Bismol (obat mual dan diare) dapat membantu kamu meredakan gejala. Kamu juga dapat menghubungi dokter untuk mendapat resep antibiotik jika keracunan makanan yang kamu alami disebabkan oleh bakteri.


Kunjungi fasilitas kesehatan jika bergejala berat

Keracunan makanan memang dapat ditangani secara mandiri jika gejala yang kamu alami ringan. Akan tetapi, ketika keracunan makanan menimbulkan kondisi serius seperti dehidrasi parah, sebaiknya kamu segera mengunjungi fasilitas kesehatan agar kondisi kamu dapat langsung ditangani. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat mempengaruhi fungsi organ dan berakibat fatal.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu mengalami keracunan makanan dan gejala yang kamu alami tidak mengkhawatirkan, kamu dapat konsultasi dengan dokter Prixa untuk mendapat rekomendasi terbaik. Yuk segera gunakan fitur telekonsultasi di Prixa dengan klik tombol dibawah ini!


Referensi:

NHS UK (2018). Health A to Z. Food Poisoning.


Mohd Yusof AM, Rahman NAA, Haque M. Knowledge, Attitude, and Practice toward Food Poisoning among Food Handlers and Dietetic Students in a Public University in Malaysia. J Pharm Bioallied Sci. 2018;10(4):232–239. doi:10.4103/JPBS.JPBS_141_18


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Food Poisoning


Healthline. Diakses pada 2022. Food Poisoning


WebMD. Diakses pada 2022. Remedies For Food Poisoning


Prixa. Diakses pada 2022. Keracunan Makanan

 

0 views0 comments
bottom of page