Kudis (Skabies)

Kudis atau skabies adalah infestasi tungau pada kulit dengan gejala gatal-gatal terutama pada malam hari disertai dengan adanya bintik-bintik yang menyerupai jerawat atau lepuhan kecil yang bersisik.


Faktor Risiko

Kelompok yang rentan terhadap kudis adalah anak-anak yang tinggal di asrama, penghuni panti jompo, dan pasien yang dirawat di rumah sakit. Orang dewasa yang aktif secara seksual dan orang dengan immunodefisiensi akibat kanker, HIV, atau sebab lainnya juga dapat lebih rentan untuk terkena kudis.


Gejala dan Tanda

Gejala kudis meliputi gatal pada malam hari, ruam atau bintik-bintik yang menyerupai jerawat atau lepuhan kecil yang bersisik dan membentuk terowongan terutama pada bagian sela-sela jari dan lipatan paha dan ketiak. Dapat juga ditemukan luka-luka akibat garukan dan kerak tebal pada kulit yang berwarna keabuan dan mudah rapuh pada saat disentuh.


Penyebab

Kudis disebabkan oleh tungau spesies Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut hidup menjadi benalu di kulit manusia dengan membuat terowongan untuk dijadikan sarang.


Penanganan Nonfarmakologis

Orang yang terkena kudis harus menjaga kebersihan tubuh, tidak menggaruk bagian tubuh yang gatal, tidak menggunakan barang atau pakaian secara bersamaan, dan mengompres bagian kulit yang gatal dengan air hangat untuk mengurangi rasa gatal.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat dipilih untuk menangani kudis adalah:

• Kirm permetrin 5%

• Losion benzil benzoat 25%

• Salep sulfur 5-10%

• Salep krotamiton 10% (tidak boleh diberikan pada ibu hamil)

• Losion lindan 1% (tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 2 tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan orang dengan berat badan kurang dari 50 kg)

• Ivermektin (diberikan bila tidak merespon terapi losion, terdapat banyak kerak pada tubuh, dan untuk pasien HIV positif)

• Antihistamin, antibiotik, dan krim steroid.


Pencegahan

Kudis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, menghindari kontak dengan penderita atau benda yang digunakan penderita, dan mencuci barang dan pakaian yang terpapar tungau dengan air panas.


Prognosis

Kudis tidak berbahaya dan memiliki prognosis baik bila cepat disembuhkan. Pada daerah endemik, kekambuhan dapat terjadi.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Untuk mendiagnosis kudis, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan, seperti:

1. Burrow ink test

2. Pemeriksaan darah lengkap

3. Kerokan kulit dengan kalium hidroksida 10%

4. Uji selotip

5. Superficial cyanoacrylate biopsy (SCAB)


Referensi

1. Banerji A; Canadian Paediatric Society, First Nations, Inuit and Métis Health Committee. Scabies. Paediatr Child Health. 2015;20(7):395–402. doi:10.1093/pch/20.7.395

2. Dressler C, Rosumeck S, Sunderkötter C, Werner RN, Nast A. The Treatment of Scabies. Dtsch Arztebl Int. 2016;113(45):757–762. doi:10.3238/arztebl.2016.0757

3. Johnstone P, Strong M. Scabies. BMJ Clin Evid. 2014;2014:1707. Published 2014 Dec 22.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai