top of page
Search

Sabar Dulu, Ini Cara Berhenti Meneriaki Anak

Prixa.ai - 29 Juli 2022

Ditulis oleh Kumara Anggita

Prixa, Jakarta - Ketika anak dan hal-lain di rumah membuat frustasi, sering kali anak menjadi sasaran emosi. Sulitnya mengontrol emosi tersebut membuat kamu mungkin jadi lebih mudah meneriakkan anak dan kemudian merasa menyesal.


Kebiasaan meneriaki anak ini tentunya perlu diubah. Penelitian menunjukkan bahwa berteriak bisa membuat anak-anak lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak secara umum, apa pun konteksnya, adalah ekspresi kemarahan. Ini membuat anak-anak takut dan merasa tidak aman. Di sisi lain, meyakinkan akan adalah cara yang lebih efektif. Anak akan merasa dicintai dan diterima meskipun perilaku buruk.


Dikutip dari Parents, Laura Markham, Ph.D., penulis buku Peaceful Parent, Happy Siblings: How to Stop Yelling and Start Connecting, biasanya perilaku meneriaki anak terjadi ketika orang tua sedang merasa frustasi, stres, marah, dan anak tidak bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua. Dengan mencoba menyadari perasaan tersebut, perilaku meneriaki anak bisa dihentikan.


"Setiap kali Anda tidak bertindak berdasarkan keinginan untuk berteriak, Anda mengatur ulang otak Anda sehingga itu bukan lagi reaksi otomatis Anda," katanya.



Jangan berteriak pada hal-hal yang biasa

Terkadang kamu mungkin tidak menyadari bahwa suaramu lebih tinggi atau berteriak saat bicara biasa. Hal ini bisa membuat anak menanggapi teriakan tersebut sebagai hal yang wajar. Cobalah untuk bicara dengan memperhatikan intonasi suara dan memperkecil volume suara sehingga tidak terdengar seperti teriakan.


Padamkan emosimu dengan hal-hal yang menyamankan

Bermeditasi bisa memberi kenyamanan tersendiri. Meluangkan waktu untuk itu setiap hari bisa membantumu untuk terbiasa menenangkan diri di tengah panasnya momen.


Pilih cara yang lembut

Ketika sudah menahan teriakan, anak mungkin tetap tidak berperilaku tidak baik. Namun, cobalah untuk tetap sabar. Caranya adalah dengan memberi kelembutan. Tempatkan dirimu di posisi anak, rangkul mereka, dan beritahu mereka bahwa kamu mengerti bagaimana perasaan mereka. Pendekatan ini akan membantu semua orang yang terlibat dalam konflik tetap tenang.


Berikan anak peringatan

Tidak ada salahnya untuk memberi peringatan pada anak ketika mereka sudah mulai berulah. Katakan pada anak bahwa ia sudah membuat kamu kesal dan kamu tak ingin berteriak demi mendapatkan perhatiannya. Peringatan dengan cara yang bijaksana terkadang cukup membuat anak mengurangi perilaku nakalnya. Peringatan juga membuat anak-anak mempersiapkan mental untuk transisi.


Sesuaikan ekspektasi

Menjaga ekspektasi tetap realistis adalah kunci. Sebagian besar alasan orang tua berteriak adalah karena harapannya yang tinggi untuk acara atau jalan-jalan tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, coba sesuaikan ulang ekspektasimu supaya tidak mudah kesal.


Ditinjau oleh Psikolog Klinis Yulius Steven


Jika berteriak pada anak adalah hal yang sulit untuk kamu kontrol, kamu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog klinis Prixa. Caranya gampang, hanya dengan klik tombol di bawah ini!


Referensi:

Today's Parents. Diakses pada 2022. 10 Proven Ways to Finally Stop Yelling at Your Kids


Parents. Diakses pada 2022. How to Stop Yelling at Your Kids - and What to Do Instead


Healthline. Diakses pada 2022. The Long-Lasting Effects of Yelling at Your Kids


#corporatehealthbenefits

#healthcareinvestment

#healthbenefitsinvestment

#Employeehealthbenefits

4 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page