Rinitis Non-Alergi

Rinitis non-alergi merupakan peradangan pada hidung bagian dalam yang disebabkan oleh faktor non-alergi, utamanya akibat gangguan pada saraf hidung.


Faktor Risiko

Pemicu yang diduga dapat menimbulkan reaksi ini adalah polusi udara, asap rokok, infeksi virus maupun bakteri, konsumsi obat-obatan tertentu, bau parfum, perubahan cuaca, dan berbagai pemicu lainnya.


Gejala dan Tanda

Pada rinitis non-alergi, gejala yang sering ditemukan terfokus hanya pada area hidung, yakni bersin, tersumbat, berair, nyeri, dan menurunnya fungsi indra penciuman bau.


Penyebab

Penyebab peradangan pada rinitis non-alergi dapat disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah, penumpukan jumlah cairan dalam jaringan hidung. Peradangan juga dapat dicetuskan oleh berbagai macam pemicu seperti polusi udara, asap rokok, infeksi virus maupun bakteri, efek konsumsi obat-obatan tertentu, bau parfum, perubahan cuaca, dan pemicu lainnya.


Penanganan Nonfarmakologis

Cara terbaik dalam menangani rinitis non-alergi adalah menghindari faktor pemicu serta menggunakan bantal yang lebih tinggi saat tidur guna mengurangi gejala hidung tersumbat.


Penanganan Farmakologis

Pengobatan anti-histamin dalam bentuk obat semprot hidung ataupun yang diminum secara oral dapat mengurangi rasa gatal dan berair. Peradangan dapat dikurangi dengan obat anti-radang dan apabila ditemukan infeksi bakteri maka dapat dilakukan pemberian antibiotik.


Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya rinitis alergi, maka paparan terhadap faktor pemicu dan penggunaan dekongestan hidung berkepanjangan harus dihindari. Hal ini dikarenakan penggunaan dekongestan hidung berkepanjangan dapat menunjukkan perburukan gejala.


Prognosis

Pada rinitis non-alergi, kesembuhan akan baik apabila penyakit ditangani dengan benar dan individu mampu menghindari faktor pencetus. Pada penggunaan dekongestan hidung berkepanjangan, gejala akan berulang.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah tes alergi kulit (skin test) dan kadar imunoglobulin E (IgE) darah untuk menyingkirkan kemungkinan alergi. Untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan sinus, dapat dilakukan endoskopi hidung dan CT scan.



Referensi

1. Irawati, N. Kasakeyan, E. Rusmono, N.Rhinitis Non Alergi dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-6. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2007

2. Settipane RA, Kaliner MA. Chapter 14: Nonallergic rhinitis. Am J Rhinol Allergy. 2013 May-Jun. 27 Suppl 1:S48-51.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai