Polip Nasal

Ditulis oleh: Danang Brahmana Firdaus, S.Ked.

Diperiksa oleh: dr. Ivanna Octaviani


Pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding mukosa hidung. Dikatakan seperti “daging tumbuh” pada hidung, kondisi ini dapat menimbulkan gejala dan tanda seperti hidung tersumbat, berair atau berlendir, terasa penuh, penciuman berkurang, rasa tertekan atau nyeri pada kening dan wajah, tidur mendengkur, dan sering mengalami mimisan. Penyebab pasti dari polip hidung masih belum diketahui, namun diduga karena peradangan dan pembengkakan pada hidung yang menyebabkan cairan lendir menumpuk di rongga hidung dan sinus, selain itu diduga muncul akibat infeksi virus atau bakteri dan reaksi alergi.


Apa yang bisa Anda lakukan?

Penanganan tanpa obat:

1. Mencuci hidung dengan larutan air garam/NaCl 0.9%.

2. Menghindari paparan zat yang dapat membuat alergi.


Penanganan dengan obat:

1. Obat hidung glukokortikoid sesuai resep dokter.

2. Obat anti alergi sesuai resep dokter.

3. Antibiotik jika diperlukan sesuai resep dokter.

4. Operasi pengangkatan polip sesuai anjuran dokter.


Cek lab:

Pemeriksaan darah lengkap, tes alergi, nasal endoskopi, CT Scan, MRI sesuai anjuran dokter.


Kapan Anda perlu ke dokter?

Segera ke dokter bila gejala muncul dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti sering mimisan, susah bernafas, gangguan penciuman, atau nyeri di sekitar hidung dan wajah.


Bagaimana cara mencegah timbulnya kondisi ini?

1. Menjaga kebersihan diri.

2. Membersihkan hidung secara berkala.

3. Menghindari paparan alergen.


Referensi

1. Rajguru R. Nasal polyposis: current trends. Indian J Otolaryngol Head Neck Surg. 2014;66(Suppl 1):16–21.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai