The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Nyeri Kepala Servikogenik

Nyeri kepala servikogenik adalah nyeri kepala yang berasal dari gangguan pada leher. Nyeri kepala servikogenik merupakan nyeri kepala sekunder, yakni nyeri yang disebabkan oleh penyakit lain atau masalah fisik. Pada nyeri kepala servikogenik, masalah berada pada tulang leher maupun jaringan lunak pada leher.


Faktor Risiko

Keadaan tulang leher dan bagiannya yang kurang baik, seperti trauma atau artritis reumatoid pada sendi, penyakit tulang belakang, dan kanker atau tumor pada tulang leher dapat menjadi faktor risiko penyakit ini. Selain itu, posisi bekerja yang kurang baik, kebiasaan melakukan aktivitas berat seperti angkat beban, dan kebiasaan bekerja lama di depan komputer juga dapat meningkatkan kejadian penyakit ini. Jenis kelamin perempuan lebih sering terkena penyakit ini dibandingkan laki-laki.


Gejala dan Tanda

Ciri-ciri nyeri kepala servikogenik adalah:

· Nyeri umumnya terjadi pada kedua sisi kepala atau wajah. Bila terjadi hanya pada satu sisi, nyeri tidak merambat atau berpindah ke sisi lain.

· Nyeri terpusatkan pada area dahi, pelipis, tengkuk, maupun mata.

· Intensitas nyeri sedang hingga berat.

· Nyeri dapat bertahan dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

· Nyeri dapat bertambah dengan pergerakan kepala yang meningkat.

· Nyeri yang dirasakan terasa di dalam dan bukan seperti ditusuk.

· Nyeri kepala muncul bila ada pergerakan leher, sementara leher terasa kaku dan pergerakannya terbatas.

· Dapat terdapat gejala lain yang dapat muncul berupa mual, muntah, mudah merasa silau, mudah terganggu oleh suara, pusing, mata buram, mata berair, mata merah, dan nyeri pada bahu dan lengan.


Penyebab

Berbagai macam struktur yang berada pada leher bersifat mudah menimbulkan nyeri. Nyeri dapat berasal dari tulang leher, sendi, ligamen, saraf leher maupun pembuluh darah leher.


Penanganan Nonfarmakologis

Dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan fisioterapi maupun prosedur bedah saraf.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ini tergolong ke dalam kelompok obat antidepresan, antiepilepsi, analgesik, dan relaksan otot. Suntikan anestesi untuk blokade saraf atau suntikan kortikosteroid untuk menekan peradangan juga dapat diberikan dengan pertimbangan dokter.


Pencegahan

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut:

· Melatih gerakan otot leher

· Menghindari posisi, gerakan leher, atau gerakan kepala yang menimbulkan rasa nyeri

· Duduk dengan posisi tegak dan menggunakan penyangga leher

· Menghindari tidur dengan posisi telungkup

· Meletakkan bantal tidak terlalu rendah atau tinggi saat tidur


Prognosis

Prognosis nyeri kepala servikogenik umumnya baik. Jika Anda rutin menjalani fisioterapi dan menggunakan terapi blokade saraf, efisiensi pengobatan akan lebih baik.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang pada nyeri servikogenik bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya. Pemeriksaan penunjang tersebut yaitu elektromiografi, CT-scan, atau MRI pada daerah leher, dan pemeriksaan laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan lupus, rematik, penyakit tiroid, maupun penyakit otot lainnya.


Referensi

1. The International Headache Society. https://www.ichd-3.org/11-headache-or-facial-pain-attributed-to-disorder-of-the-cranium-neck-eyes-ears-nose-sinuses-teeth-mouth-or-other-facial-or-cervical-structure/11-2-headache-attributed-to-disorder-of-the-neck/11-2-1-cervicogenic-headache/

2. Bogduk N, Govind J. Cervicogenic headache: an assessment of the evidence on clinical diagnosis, invasive tests, and treatment. Lancet Neurol 2009; 8:959.