Miopia (Rabun Jauh)

Miopia, yang juga dikenal sebagai rabun jauh, merupakan penurunan penglihatan yang ditandai dengan ketidakmampuan penderita untuk melihat benda dalam jarak jauh. Namun, penderita masih mampu melihat secara jelas benda dalam jarak dekat.


Faktor Risiko

Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami miopia adalah riwayat keluarga dengan keluhan serupa, kebiasaan membaca atau melihat layar terlalu dekat, serta jarang terpapar sinar matahari.


Gejala dan Tanda

Bila Anda mengalami miopia, hal yang dapat Anda alami adalah ketidakmampuan untuk melihat benda secara jelas dalam jarak jauh. Namun, Anda masih dapat melihat benda secara jelas pada jarak dekat.


Penyebab

Miopia terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada lokasi yang seharusnya (retina). Hal tersebut dapat disebabkan karena adanya kelainan bentuk bola mata (lebih panjang) dan gangguan pada kornea atau pun lensa mata.


Penanganan Nonfarmakologis

Bila Anda mengalami miopia, hal paling sederhana yang dapat mendukung penglihatan Anda adalah penggunaan kacamata (lensa cekung atau negatif) atau lensa kontak dengan ukuran yang sesuai (berdasarkan hasil pemeriksaan ketajaman penglihatan). Selain itu, terapi lainnya seperti terapi laser (lasik) serta implantasi lensa mata dapat diterapkan sesuai dengan pertimbangan dokter.


Penanganan Farmakologis

Obat tetes mata dapat diberikan sesuai dengan pertimbangan dokter.


Pencegahan

Upaya pencegahan terhadap miopia mencakup pemeriksaan kesehatan mata secara rutin, penggunaan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat, mengistirahatkan mata secara berkala (tidak terlalu sering melihat layar), serta konsumsi buah dan sayur yang mengandung kadar vitamin A yang mencukupi kebutuhan sehari-hari.


Prognosis

Miopia dapat ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan penurunan kualitas hidup bila didiagnosis dan ditangani secara cepat dan tepat.


Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan khusus yang diperlukan untuk mengetahui ukuran kacamata yang tepat adalah uji ketajaman penglihatan (visus), misalnya dengan bantuan snellen chart.


Referensi

Yanoff, Duker J. Opthalmology. 4th ed. Philadelphia. Elsevier; 2014Riordan-Eva P, Augsburger JJ. Vaughan and Asbury's general ophthalmology. 19th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2018.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai