The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Nyeri Kepala Migrain (Migraine Headache)

Nyeri kepala migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang dirasakan pada satu sisi kepala sehingga sering diistilahkan sebagai ‘nyeri kepala sebelah’.


Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya nyeri kepala migrain mencakup riwayat keluarga dengan penyakit migrain (genetik), stres psikologis, kelelahan, konsumsi makanan dan minuman tertentu (mengandung kafein dan alkohol), serta perubahan hormonal (seperti menjelang menstruasi dan penggunaan kontrasepsi hormonal). Selain itu, terdapat pula faktor lingkungan yang dapat mendukung timbulnya nyeri kepala migrain, seperti aroma menyengat, suara terlalu bising, serta paparan cahaya terlalu terang.


Gejala dan Tanda

Tanda dari nyeri kepala migrain adalah nyeri berdenyut pada satu sisi kepala dengan intensitas sedang hingga berat. Durasi setiap serangan nyeri umumnya 4-72 jam. Selain itu, Anda juga dapat mengalami gejala lainnya, seperti mual, muntah, tidak nyaman melihat cahaya terang, dan tidak nyaman mendengar suara bising.


Penyebab

Mekanisme penyebab timbulnya nyeri kepala migrain belum diketahui pasti. Namun, hasil studi menyatakan bahwa migrain terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah otak yang mengaktivasi sistem saraf sehingga menimbulkan sensasi nyeri. Pelebaran pembuluh darah otak tersebut dapat dicetuskan oleh sejumlah faktor, seperti stres psikologis, kelelahan, makanan dan minuman tertentu, dan faktor lainnya.


Penanganan Nonfarmakologis

Jika Anda mengalami migrain, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Upaya yang dapat Anda lakukan secara mandiri untuk mengatasi serangan adalah memberikan kompres dingin pada kepala, beristirahat di lokasi yang tenang dengan pencahayaan minimal, serta menghindari faktor risiko dari migrain (stres psikologis, makanan dan minuman tertentu, dan sebagainya).


Penanganan Farmakologis

Obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi migrain adalah obat pereda nyeri, seperti Paracetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (seperti Ibuprofen), golongan Ergot, serta golongan Triptan. Selain itu, obat untuk mengatasi mual dapat pula dikonsumsi untuk meringankan gejala mual yang menyebabkan ketidaknyamanan. Pada dasarnya, konsumsi obat-obatan tersebut harus dilakukan sesuai dengan instruksi dokter.


Pencegahan

Nyeri kepala migrain dapat dicegah melalui sejumlah upaya modfikasi gaya hidup untuk menghindari faktor risiko, seperti olahraga rutin, menghindari stres psikologis, konsumsi makanan bergizi seimbang, konsumsi air secara cukup, serta menghindari makanan dan minuman pencetus serangan migrain.


Prognosis

Jika Anda menghindari faktor risiko dan mengkonsumsi obat sesuai instruksi dokter, nyeri kepala migrain dapat diatasi secara optimal.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan MRI kepala atau CT-scan kepala dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kelainan struktur otak. Selain itu, pemeriksaan darah dan analisis cairan otak (pungsi lumbal) dapat dilakukan bila dicurigai kemungkinan adanya infeksi otak.


Referensi

1. Aninditha T, Rasyid A. Nyeri kepala. In: Aninditha T, Wiratman W, editors. Buku Ajar Neurologi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017.

2. Charles A. The pathophysiology of migraine: implications for clinical management. Lancet Neurol. 2018; 17:174-82