The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan, atau motion sickness, merupakan kondisi tidak nyaman yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam pada antaran impuls dari gerakan dan perubahan posisi tubuh.


Faktor Risiko

Anak usia 5-12 tahun, wanita hamil, usia lanjut, kurang istirahat, terpaku pada objek seperti membaca buku atau bermain gadget dalam perjalanan, dan memiliki riwayat gangguan keseimbangan tubuh merupakan faktor risiko dari mabuk perjalanan.


Gejala dan Tanda

Mabuk perjalanan menyebabkan berbagai gejala, yakni pusing, mual, muntah, pucat, atau berkeringat. Apabila terjadi dalam skala berat, dapat muncul gangguan keseimbangan.


Penyebab

Penyebab mabuk perjalanan adalah ketidakmampuan otak untuk menerima beragam sinyal dari mata dan beberapa anggota tubuh lainnya ketika kendaraan sedang melaju. Sinyal yang didapat dari mata berbeda arah dengan sinyal yang diterima dari otot, sendi, dan telinga bagian dalam yang berisi cairan keseimbangan tubuh, sehingga menghasilkan sensasi tidak nyaman.


Penanganan Nonfarmakologis

Penggunaan aromaterapi, permen mint, dan konsumsi air putih dapat membantu meredakan gejala. Apabila tidak berhasil, cukup membaringkan diri dan menutup mata hingga gejala mereda.


Penanganan Farmakologis

Pemberian obat-obatan anti mual berupa dimenhidrinat, domperidon, metoklopramide, atau ondansentron dapat membantu meringankan gejala.


Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya mabuk perjalanan, pilihlah posisi duduk yang nyaman di mana mata dapat memandang luas searah perjalanan. Sebaiknya berkendara dengan minim guncangan dan beristirahat yang cukup. Selain itu, menjauhi tempat-tempat yang berbau khas, serta menghindari konsumsi makanan berat dan alkohol sebelum perjalanan dapat meringankan kemungkinan terjadinya mabuk perjalanan.


Prognosis

Mabuk perjalanan dapat sembuh secara total.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Dalam rangka menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, dalam kondisi ditemukannya gejala-gejala seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada perut dapat dilakukan pemeriksaan kehamilan serta radiologi kepala berupa CT scan kepala dan tulang temporal serta MRI kepala.


Referensi

1. Golding JF, Gresty MA. Pathophysiology and treatment of motion sickness. Curr Opin Neurol. 2015 Feb. 28 (1):83-8.

2. Brainard A, Gresham C. Prevention and treatment of motion sickness. Am Fam Physician. 2014 Jul 1. 90 (1):41-6