Laringitis

Laringitis adalah peradangan pada laring (pita suara) yang dapat disebakan karena penggunaan pita suara yang berlebih, adanya iritan, atau infeksi.


Faktor Risiko

Laringitis dapat disebabkan karena infeksi, paparan zat kimia, paparan rokok, ataupun konsumsi alkohol secara terus menerus. Oleh karena itu, orang-orang dengan paparan terhadap hal-hal tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami laringitis. Penggunaan pita suara dengan berlebihan secara berkala juga dapat mencetuskan terjadinya peradangan pada laring.


Gejala dan Tanda

Keluhan yang biasanya terjadi pada laringitis adalah suara serak atau bahkan hilang, demam, batuk kering, dan nyeri tenggorokan.


Penyebab

Penyebab laringitis antara lain adalah infeksi, naiknya asam lambung menuju tenggorokan yang menyebabkan iritasi laring, trauma atau kecelakaan yang menyebabkan kerusakan laring, efek samping penggunaan obat kortikosteroid hirup, reaksi alergi akibat paparan pencetus alergi, dan paparan bahan kimia.


Penanganan Nonfarmakologis

Pengobatan laringitis dapat dilakukan dengan membatasi bicara atau berbicara dengan pelan, menghindari faktor pencetus alergi, menggunakan masker atau menghindari paparan polusi, menghindari paparan rokok, alkohol, serta kafein, dan mengonsumsi banyak air putih.


Penanganan Farmakologis

Pengobatan untuk laringitis dapat menggunakan obat pereda nyeri, obat antiradang (OAINS), dan obat simptomatis lainnya seperti obat demam, antihistamin, dan obat untuk menurunkan asam lambung. Petugas kesehatan dapat meresepkan antibiotik apabila laringitis disebabkan oleh infeksi.


Pencegahan

Pencegahan laringitis dapat dilakukan dengan menghindari faktor pencetus alergi, di antaranya adalah dengan menggunakan masker yang menutupi mulut dan hidung, menghindari konsumsi rokok, alkohol, serta kafein, mengonsumsi air putih yang banyak, tidak menggunakan suara secara berlebihan, tidak langsung berbaring setelah makan, serta mengurangi konsumsi makanan asam dan pedas untuk mencegah kenaikan asam lambung.


Prognosis

Sebagian besar kasus laringitis dapat membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa minggu. Meskipun begitu, sebagian kasus dapat menyebabkan komplikasi seperti hambatan saluran napas yang memerlukan penanganan medis segera. Untuk itu, penting untuk menangani secara dini penyakit laringitis untuk mencegah timbulnya komplikasi lanjut.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis laringitis adalah:

• Kultur cairan dari laring

• Teropong laring (laringoskopi indirek)


Referensi

1. Allen CT, Merati AL. Acute and chronic laryngitis. In: Flint PW, Haughey BH, Lund V, et al, eds. Cummings Otolaryngology - Head and Neck Surgery. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2015:chap 62.

2. Flint PW. Throat disorders. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman-Cecil Medicine. 25th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2016:chap 429.

3. Roosevelt GE. Acute inflammatory upper airway obstruction (croup, epiglottitis, laryngitis, and bacterial tracheitis). In: Kliegman RM, Stanton BF, St. Geme JW, Schor NF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:chap 385.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai