Search

Kenali Prosopagnosia: Kondisi yang Membuat Penderita Buta Wajah

Prixa.ai - 1 Juli 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Prixa, Jakarta - Kemampuan mengenali wajah orang-orang di sekitar adalah salah satu kemampuan dasar yang kita miliki sejak kecil. Dengan adanya kemampuan ini, kita dapat membedakan setiap orang berdasarkan identitas wajah mereka. Akan tetapi, sebagian orang mengidap suatu penyakit yang membuat mereka tidak memiliki kemampuan tersebut, yaitu penyakit prosopagnosia.


Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, prosopagnosia adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mengenali wajah. Penyakit yang juga dikenal sebagai kebutaan wajah atau agnosia wajah ini menyebabkan penderitanya mengalami untuk melihat perbedaan wajah orang asing atau bahkan orang-orang yang sudah mereka kenali.


Prosopagnosia merupakan sebuah kondisi langka yang hanya mempengaruhi sekitar 2 persen dari populasi umum. Dikutip dari NHS UK, kebutaan wajah umumnya mempengaruhi seseorang sejak lahir dan berlanjut hingga dewasa.


Tentunya kondisi ini dapat memiliki dampak yang serius pada kehidupan sehari-hari mereka. Sejak kecil, banyak penderita prosopagnosia sering merasa sulit untuk mengenali anggota keluarga, teman dekat, dan bahkan diri mereka sendiri. Sebagai strategi alternatif untuk mengenali orang, mereka mungkin akan mengingat cara orang lain berjalan atau gaya rambut, suara, dan pakaian. Akan tetapi, cara ini tidak selamanya efektif.


Penyebab prosopagnosia

Prosopagnosia dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu prosopagnosia perkembangan (developmental prosopagnosia) dan prosopagnosia yang didapat (acquired prosopagnosia).


  • Developmental prosopagnosia: Orang-orang dengan kondisi ini mengalami prosopagnosia tanpa adanya kerusakan pada otak. Umumnya, mereka terlahir dengan kondisi tersebut, sehingga muncul kegagalan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengenali wajah. Developmental prosopagnosia dapat disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga.

  • Acquired prosopagnosia: Kondisi ini cenderung lebih jarang terjadi dibandingkan dengan developmental prosopagnosia. Penderita acquired prosopagnosia mulai kehilangan kemampuan untuk mengenali wajah setelah mengalami cedera otak, seperti stroke atau cedera otak.

Gejala prosopagnosia

Gejala prosopagnosia yang paling umum adalah ketidakmampuan untuk mengenali atau membedakan wajah. Kondisi ini dapat membuat hubungan penderitanya dengan orang lain menjadi lebih sulit, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Prosopagnosia juga membuat penderitanya lebih sulit untuk mengidentifikasi seseorang yang berada dalam situasi atau konteks yang tidak familiar.


Gejala prosopagnosia yang dialami penderitanya akan menunjukkan tingkat keparahan buta wajah. Dikutip dari Healthline, orang dengan prosopagnosia minor akan kesulitan membedakan atau mengidentifikasi wajah orang asing atau yang mereka tidak kenal dengan baik. Prosopagnosia sedang hingga parah akan menyebabkan kesulitan mengenali orang yang sering mereka lihat, seperti anggota keluarga atau teman dekat. Pada kondisi prosopagnosia yang sangat parah, penderita buta wajah mungkin tidak mengenali wajah mereka sendiri dan mengalami kecemasan sosial bahkan depresi akibat kondisi yang mereka miliki.


Penanganan prosopagnosia

Dilansir dari Healthline, sejauh ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan kebutaan wajah. Penanganan prosopagnosia berfokus pada perawatan yang dapat membantu penderitanya menemukan mekanisme atau cara alternatif yang dapat mengurangi kesulitan dalam mengenali orang lain.


Perawatan bagi pasien prosopagnosia akan membantu mereka untuk fokus pada petunjuk visual atau verbal untuk mengidentifikasi orang lain, seperti memperhatikan warna rambut, penampilan fisik, suara, atau cara berjalan.


Strategi ini dinilai dapat membantu pasien prosopagnosia untuk mengenali orang lain. Akan tetapi, menurut NHS UK, faktor-faktor tertentu dapat menentukan efektivitas perawatan, termasuk usia pasien, jenis dan tingkat keparahan cedera otak, dan waktu perawatan.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu atau orang terdekat kamu mengalami gejala prosopagnosia, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan ahlinya. Kamu juga dapat telekonsultasi dengan dokter Prixa terlebih dahulu dengan menekan tombol di bawah ini!

Referensi:

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2022. Prosopagnosia


National Health Service. Diakses pada 2022. Prosopagnosia (Face Blindness)


Healthline. Diakses pada 2022. Face Blindness (Prosopagnosia)


 

Periksa Gejala di Prixa Aja


0 views0 comments

Recent Posts

See All