top of page
Search

Kenali Lebih Jauh PCOS pada Perempuan di Usia Subur

Prixa.ai - 11 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Kenal lebih jauh tentang PCOS pada perempuan

Prixa, Jakarta - Gangguan hormon menyebabkan jumlah hormon yang dihasilkan dalam tubuh kurang atau bahkan terlalu banyak. Salah satu kondisi gangguan hormon adalah ketika jumlah hormon androgen atau hormon laki-laki berlebihan. Kondisi inilah yang dinamakan dengan PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome.


Dilansir oleh Healthline, PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau Sindrom Polikistik Ovarium adalah kondisi ketika perempuan menghasilkan hormon laki-laki yang lebih tinggi dari biasanya. “Polikistik” memiliki arti “kista yang banyak.” Seperti namanya, penderita PCOS memiliki banyak kista kecil pada ovarium. Gangguan hormonal ini rentan terjadi pada wanita usia subur. Studi menunjukkan 5-10 persen perempuan berusia 15-44 memiliki penyakit ini.


PCOS mempengaruhi ovarium wanita, yaitu organ reproduksi yang menghasilkan estrogen dan progesteron, hormon yang mengatur siklus menstruasi. Oleh sebab itu, penderita PCOS dapat mengalami menstruasi yang tidak lancar, bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali. Jika tidak ditangani, menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan) dan perkembangan kista di ovarium.


Penyebab PCOS

PCOS merupakan suatu kondisi yang sudah tidak jarang ditemui, tetapi penyebab pasti PCOS hingga saat ini belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap risiko PCOS pada wanita usia subur. Berikut adalah faktor-faktor tersebut:


Insulin berlebih

Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas. Dengan hormon ini, tubuh kita dapat menggunakan glukosa (gula) sebagai energi utama tubuh. Mengutip dari Mayo Clinic, kelebihan insulin dapat meningkatkan produksi androgen (hormon yang mengatur reproduksi pria), sehingga kesulitan dalam ovulasi dapat terjadi.


Obesitas

Wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena berbagai penyakit, dan salah satunya adalah PCOS. Menurut Institut Kesehatan Nasional Kedokteran Amerika Serikat, wanita obesitas cenderung lebih sering mengalami gejala-gejala yang mengindikasi PCOS, seperti gangguan reproduksi, ketidakteraturan menstruasi, dan infertilitas.


Keturunan

Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu mungkin terkait dengan PCOS. Meski Sindrom Ovarium Polikistik tidak memiliki pola pewarisan yang jelas, menurut Medline Plus, 20 sampai 40 persen wanita dengan sindrom ini diperkirakan memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga terkena PCOS.


Gejala PCOS

Dilansir dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris, tidak semua wanita dengan PCOS mengalami semua gejala umum sindrom ini. Gejala PCOS juga dapat bervariasi, dari ringan hingga berat. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali gejala awal PCOS. Berikut adalah 5 gejala PCOS yang sering dialami oleh penderita.

Haid tidak teratur atau tidak haid sama sekali Siklus menstruasi yang jarang, tidak teratur, atau juga berkepanjangan adalah salah satu gejala PCOS paling umum. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon pada tubuh penderita PCOS.


Setiap penderita PCOS mungkin mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi yang berbeda. Beberapa di antara mereka mengalami menstruasi setiap 30 sampai 40 hari, dan ada juga yang tidak mengalami menstruasi sama sekali.


Kesulitan hamil

Banyak penderita PCOS yang mengalami kesulitan hamil sebagai gejala utama. Kesulitan hamil ini disebabkan oleh menstruasi yang tidak teratur.


Meski demikian, bukan berarti semua penderita PCOS tidak dapat memiliki keturunan. Hanya saja, mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah pada masa kehamilan.


Hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebih) di area punggung, dada, atau wajah

Hirsutisme atau pertumbuhan rambut yang berlebih adalah salah satu gejala PCOS yang paling kelihatan. Menurut Verywell Health, 70 hingga 80 persen wanita dengan PCOS mengalami hirsutisme.


Rambut berlebih ini disebabkan oleh produksi hormon androgen yang berlebihan. Akibatnya, penderita PCOS dengan gejala ini akan mengalami pertumbuhan rambut berlebih di punggung, dada, wajah, leher, dan jari kaki.


Rambut rontok

Selain dapat mengakibatkan pertumbuhan rambut berlebih di area tubuh tertentu, kadar androgen yang berlebihan juga dapat mengakibatkan kerontokan rambut pada wanita. 1 dari 5 wanita penderita PCOS mengalami rambut rontok sebagai gejala utama.


Penambahan Berat Badan

Selain menyebabkan hirsutisme dan kerontokan rambut, tingkat androgen yang tinggi pada wanita juga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Dilansir dari WebMD, hal ini disebabkan oleh tingginya hormon androgen (hormon pria) yang dapat memicu kenaikan berat badan tidak biasa pada wanita, terutama di bagian perut.


Banyak dari penderita PCOS mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Akibatnya, mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit jantung, sleep apnea (apnea tidur), dan kondisi kesehatan lainnya.


Kulit berminyak atau berjerawat

Gejala umum terakhir yang seringkali dialami oleh penderita PCOS adalah kulit berminyak dan berjerawat. Hal ini disebabkan oleh aktivitas perubahan hormonal dan aktivitas hormon berlebih.


Penerbitan Kesehatan Harvard menyebutkan bahwa jerawat akibat PCOS sering muncul di wajah bagian bawah, termasuk rahang, dagu, dan leher bagian atas. Selain itu, jerawat yang dialami penderita PCOS mungkin tampak lebih besar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.


Penanganan PCOS


PCOS merupakan sebuah kondisi yang tidak dapat disembuhkan secara total. Meski demikian, gejala yang dialami penderita PCOS dapat ditangani.


Menjalani pola hidup yang sehat akan membantu penderita PCOS mengurangi risiko penyakit-penyakit yang mungkin muncul akibat PCOS, seperti diabetes dan permasalahan pada jantung. Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan gejala juga merupakan salah satu cara untuk menangani PCOS. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi penanganan gejala PCOS yang sesuai untukmu.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas dan khawatir akan kondisimu atau sekadar ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai PCOS, kamu bisa langsung menggunakan fitur telekonsultasi dengan dokter terpercaya dan berlisensi hanya dengan klik tombol dibawah!



Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Symptoms, Causes, and Treatment


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)


NHS. Diakses pada 2022. Symptoms Polycystic Ovary Syndrome


OASH Office on Women's Health. Diakses pada 2022. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)


Medline Plus. Diakses pada 2022. Polycystic Ovary Syndrome


Very Well Health. Diakses pada 2022. Treating Hirsutism in Women With PCOS


WebMD. Diakses pada 2022. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) and Weight Gain


Harvard Health Publishing. Diakses pada 2022. Polycystic ovary syndrome and the skin


PMC. Diakses pada 2022. Obesity and Polycystic Ovary Syndrome

 
Periksa gejala tanpa kendala di prixa sekarang

0 views0 comments
bottom of page