top of page
Search

Kenali Afasia: Gangguan Berbahasa yang Menyulitkan Berkomunikasi

Prixa.ai - 5 April 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Afasia gangguan berbahasa yang menyulitkan komunikasi

Prixa, Jakarta - Kemampuan untuk berkomunikasi adalah salah satu bagian paling penting bagi kita. Ketika kemampuan tersebut terganggu, pastinya akan menjadi masalah yang serius. Salah satu kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan dalam berkomunikasi adalah afasia.


Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Afasia adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan berbahasa yang menyulitkan mereka untuk berkomunikasi. Afasia disebabkan oleh kerusakan pada area tertentu di otak yang mengontrol ekspresi dan pemahaman bahasa seseorang. Saat area otak ini terganggu, penderita afasia tidak dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, termasuk kesulitan untuk membaca, menulis, bahkan berbicara.


Menurut Institusi Nasional Tuli dan Komunikasi Lainnya Amerika Serikat (NIDCD), penyebab cedera otak paling umum yang dapat menimbulkan afasia adalah stroke. Stroke terjadi ketika gumpalan darah atau pembuluh yang bocor atau pecah memotong aliran darah ke bagian otak. Sel-sel otak akan mati ketika mereka tidak menerima suplai darah normal, yang membawa oksigen dan nutrisi penting. Penyebab lain cedera otak adalah benturan keras di kepala, tumor otak, luka tembak, infeksi otak, dan gangguan neurologis progresif, seperti penyakit Alzheimer.


Bagi sebagian pasien, afasia yang dideritanya sangat parah, sehingga membuat komunikasi sama sekali tidak dapat dilakukan. Akan tetapi, beberapa orang hanya mengalami afasia ringan yang mempengaruhi satu aspek penggunaan bahasa, seperti kemampuan untuk menentukan nama-nama benda atau kemampuan untuk menyusun kata hingga menjadi kalimat. Dikutip dari Mayo Clinic, tingkat keparahan afasia ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti penyebab dan tingkat kerusakan otak.


3 jenis pola afasia

Penderita afasia dapat memiliki pola kekuatan dan kelemahan yang beragam. Menurut Mayo Clinic, afasia dapat dibagi menjadi 3 pola berbeda.


Afasia ekspresif

Afasia ekspresif dapat juga disebut afasia Broca atau afasia tidak lancar. Pasien afasia dengan pola ini memiliki kemampuan lebih baik dalam memahami apa yang diucapkan oleh orang lain dibandingkan dengan apa yang dapat mereka ucapkan. Afasia ekspresif menyulitkan penderitanya untuk memproduksi kata-kata, berbicara dalam kalimat yang sangat pendek, dan menghilangkan kata-kata dalam kalimat.


Lawan bicara penderita afasia ekspresif mungkin akan memahami maksud kalimat yang diucapkan oleh pasien. Orang dengan pola afasia ini biasanya menyadari kesulitan mereka berkomunikasi dan mungkin menjadi frustasi akibat kondisinya.


Afasia komprehensif

Pola afasia yang juga dikenal sebagai afasia fasih atau afasia Wernicke membuat penderitanya memproduksi kalimat yang tidak logis dan menyertakan kata-kata yang tidak dikenali, salah, atau tidak perlu. Meski demikian, mereka dapat berbicara dengan mudah dan lancar dalam kalimat yang panjang. Penderita afasia komprehensif biasanya tidak mengerti bahasa lisan dengan baik dan sering tidak menyadari bahwa orang lain tidak dapat memahami mereka.


Afasia global

Pola afasia ini adalah gabungan dari dua pola afasia sebelumnya. Afasia global ditandai dengan pemahaman yang buruk dan kesulitan dalam membentuk kata dan kalimat. Afasia global disebabkan oleh kerusakan yang serius pada jaringan bahasa otak. Orang dengan afasia global memiliki gangguan yang parah dengan ekspresi dan pemahaman.


Gejala afasia

Orang-orang yang terdiagnosis afasia dapat mengalami gejala dan tanda yang beragam, tergantung dengan pola afasia mereka. Umumnya, penderita afasia mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Berbicara dalam kalimat yang pendek atau tidak lengkap

  • Berbicara dalam kalimat yang kurang masuk akal

  • Menulis kalimat yang tidak masuk akal

  • Mengganti satu kata dengan yang lain atau suatu suara dengan yang lain

  • Mengucapkan kata-kata asing

  • Sulit memahami pembicaraan orang lain

Penanganan afasia

Karena komunikasi merupakan bagian penting bagi kehidupan manusia, afasia dapat menimbulkan berbagai permasalahan kualitas hidup penderitanya. Gangguan komunikasi ini dapat mempengaruhi, pekerjaan pasien, hubungan dengan orang lain, dan fungsi sehari-hari. Oleh sebab itu, pasien afasia sangat membutuhkan penanganan yang tepat.


Menurut Dinas Kesehatan Nasional Inggris (NHS UK), perawatan yang direkomendasikan untuk pasien afasia adalah terapi wicara dan bahasa. Penanganan ini bertujuan untuk membantu memulihkan ucapan dan bahasa pasien afasia dengan upaya mengurangi gangguan, membantu berkomunikasi dengan kemampuan terbaik pasien dengan meningkatkan aktivitas dan partisipasi dalam berkomunikasi, dan menemukan cara komunikasi alternatif dengan strategi atau alat bantu kompensasi tertentu. Akan tetapi, terapi ini biasanya dilakukan berdasarkan kondisi pasien sehingga intensitas penanganan dapat berbeda-beda bagi penderita afasia.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu memiliki kerabat yang memiliki gejala afasia dan ingin mengetahui kondisinya lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur telekonsultasi yang tersedia di Prixa. Yuk segera periksa gejala tersebut sebelum terlambat, hanya dengan klik tombol dibawah ini!


Referensi:

John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Aphasia


Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Aphasia


National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Diakses pada 2022. Aphasia


NHS. Diakses pada 2022. Aphasia

 
Periksa gejala tanpa kendala di Prixa


0 views0 comments
bottom of page