Prixa.ai - 25 April 2022
Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Prixa, Jakarta - Makan adalah salah satu bagian paling penting dalam kehidupan kita. Mengonsumsi makanan yang penuh nutrisi dengan teratur akan membantu meningkatkan kualitas hidup. Akan tetapi, terkadang perilaku atau kebiasaan makan malah menimbulkan masalah kesehatan bagi penderitanya, baik secara fisik maupun mental. Salah satu kondisi yang dapat memicu hal ini adalah gangguan makan.
Menurut Dinas Kesehatan Sosial Inggris (NHS UK), gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang terjadi ketika seseorang menggunakan kontrol makanan untuk mengatasi perasaan dan situasi lain. Akibatnya, penderita gangguan makan akan menerapkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Biasanya, mereka juga mengkhawatirkan berat badan atau bentuk tubuh secara berlebih.
3 Tipe Gangguan Makan Paling Umum
Tipe-tipe gangguan sangat beragam. Akan tetapi, 3 tipe di bawah ini adalah tipe gangguan makan yang paling sering ditemukan.
Anoreksia Nervosa
Dikutip dari Institut Nasional Kesehatan Mental Amerika Serikat (NIMH), anoreksia nervosa adalah suatu kondisi ketika seseorang menghindari makanan, sangat membatasi makanan, atau hanya makan makanan tertentu dalam jumlah yang sangat kecil. Berat badan penderita anoreksia nervosa biasanya akan terus menurun selama kondisi yang dialami belum teratasi. Bahkan ketika sudah sangat kurus, mereka mungkin masih menganggap jika mereka kelebihan berat badan. Hal inilah yang menyebabkan perilaku ini berlangsung secara terus-menerus.
Gejala dan tanda anoreksia nervosa
Penderita anoreksia nervosa biasanya akan menunjukkan tanda dan gejala fisik yang berhubungan dengan kelaparan. Mereka juga dapat memiliki masalah emosional dan perilaku yang berhubungan dengan persepsi berat badan yang tidak realistis, serta rasa takut yang sangat besar akan bertambah berat badan.
Dilansir dari Mayo Clinic, tanda fisik anoreksia nervosa meliputi:
Penurunan berat badan yang ekstrem
Kelelahan, pusing, atau pingsan
Jumlah darah tidak normal
Tidak menstruasi bagi wanita
Kulit kering dan kekuningan
Rambut menipis, patah, atau rontok
Dehidrasi
Dilansir dari NIMH, anoreksia nervosa dapat berakibat fatal. Faktanya, gangguan makan yang satu ini memiliki tingkat kematian atau mortalitas yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan gangguan mental lainnya. Penderita anoreksia nervosa berisiko mengalami komplikasi medis yang dapat berujung fatal jika tidak mendapat penanganan yang tepat.
Menurut NCBI, salah satu ciri khas anoreksia nervosa adalah berat badan yang di bawah minimal standar BMI pada umumnya (BMI < 18). Orang-orang dengan anoreksia nervosa akan berusaha untuk mengontrol makanannya sesedikit mungkin atau bisa memuntahkan makanan.
Bulimia Nervosa
Dikutip dari NIMH, bulimia nervosa adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami episode yang berulang dan sering mengonsumsi makanan dalam jumlah besar yang sulit dikontrol (binge-eating). Makan dengan jumlah berlebihan ini kemudian diikuti oleh perilaku yang mengkompensasi perilaku tersebut, seperti dengan muntah secara paksa, penggunaan obat pencahar atau diuretik yang berlebihan, puasa, olahraga berlebihan, atau kombinasi dari perilaku-perilaku ini.
Berbeda dari penderita anoreksia nervosa yang umumnya akan terus terlihat semakin kurus, penderita dengan bulimia nervosa dapat memiliki berat badan yang beragam, termasuk berat badan kurang, normal, atau kelebihan berat badan.
Gejala dan tanda bulimia nervosa
Setiap penderita bulimia nervosa memiliki gejala dan tanda yang berbeda-beda. Akan tetapi, menurut WebMD, beberapa gejala dan tanda seperti di bawah ini adalah yang paling umum.
Masalah gusi dan gigi
Menstruasi tidak teratur
Luka di jari atau tangan karena memaksakan muntah
Makan tidak terkendali yang diikuti oleh pembersihan
Muntah atau menyalahgunakan obat pencahar, diuretik, enema, atau obat lain untuk mencoba menurunkan berat badan
Sering ke kamar mandi setelah makan
Binge-Eating Disorder (BED)
Binge-eating disorder (BED) adalah gangguan makan berlebihan yang menyebabkan seseorang kehilangan kendali atas makanan yang mereka konsumsi. Penderita BED biasanya akan mengalami episode mengonsumsi makan dalam jumlah besar yang tidak biasa. Dilansir dari Mayo Clinic, perilaku BED dapat dipicu oleh beberapa faktor, faktor seperti sejarah keluarga yang memiliki kondisi yang sama, faktor diet, dan faktor psikologis.
Berbeda dari penderita bulimia nervosa yang biasanya melakukan pembersihan setelah makan dengan jumlah besar, penderita BED tidak melakukan pembersihan, olahraga, atau puasa setelah melakukan binge-eating. Akibatnya, orang-orang dengan BED sering mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Gejala dan tanda BED
Dilansir dari NIMH, gejala dan tanda BED adalah sebagai berikut:
Makan makanan dalam jumlah besar yang tidak biasa dalam jumlah waktu tertentu, seperti periode 2 jam
Makan bahkan ketika kenyang atau tidak lapar
Makan sampai tidak nyaman kenyang
Makan sendiri atau diam-diam untuk menghindari rasa malu
Merasa tertekan, malu, atau bersalah tentang makan
Sering diet, mungkin tanpa penurunan berat badan
Penanganan gangguan makan
Gangguan makan memiliki potensi untuk menjadi kondisi sangat serius yang dapat mempengaruhi fungsi fisik, psikologis dan sosial penderitanya. Orang dengan gangguan makan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan mental dan komplikasi medis. Oleh sebab itu, sangat penting untuk penderitanya untuk segera melakukan pengobatan setelah mulai mengalami gejala dan tanda gangguan makan tertentu.
Rencana perawatan gangguan makan biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita dan dapat mencakup hal berikut:
Psikoterapi individu, kelompok, dan/atau keluarga
Perawatan dan pemantauan medis
Konseling nutrisi
Obat-obatan
Ditinjau oleh Psikolog Klinis, Yulius Steven
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala atau tanda gangguan makan tertentu, sebaiknya kamu langsung mencari pengobatan dan penanganan khusus dari ahlinya. Kamu dapat melakukan konsultasi dengan dokter dan psikolog Prixa dengan menggunakan fitur telekonsultasi Prixa dengan klik tombol di bawah ini. Yuk segera tangani kondisimu atau orang yang kamu sayangi sebelum terlambat!
Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2022. What are Eating Disorders?
NHS. Diakses pada 2022. Overview – Eating disorders
National Institute Health of Mental Health. Diakses pada 2022. Eating Disorders
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Anorexia nervosa
WebMD. Diakses pada 2022. Bulimia: Symptoms, Treatments, and Prevention
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. DSM-IV to DSM-5 Anorexia Nervosa Comparison