The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Ditulis oleh: Danang Brahmana Firdaus, S.Ked.

Diperiksa oleh: dr. Ivanna Octaviani


Kondisi ini dikenal juga dengan istilah “KIPI” dan muncul setelah dilakukan imunisasi. Gejala yang dialami tergantung jenis vaksin yang diberikan setelah imunisasi. Pada umumnya reaksi tubuh akan menimbulkan gejala seperti bengkak, merah dan keluar nanah dari area bekas suntikan, demam, kejang, nyeri sendi, dan alergi berat. Penyebabnya masih belum jelas diketahui. Faktor yang dapat memicu timbulnya kondisi ini apabila sistem kekebalan tubuh menurun, pengobatan kemoterapi, dan steroid jangka panjang.


Apa yang bisa Anda lakukan?

Penanganan tanpa obat:

1. Segera datangi fasilitas kesehatan yang melakukan imunisasi.

2. Melaporkan adanya kejadian ikutan paska imunisasi ke petugas kesehatan setempat.

3. Melakukan penanganan sesuai gejala yang ditimbulkan (Jika demam, kompres pada ketiak dan selangkangan. Jika kejang, posisikan tubuh untuk miring dan jangan menahan gerakan kejang).


Penanganan dengan obat:

Obat-obatan simtomatik sesuai kondisi pasien berdasarkan resep dokter.


Cek lab:

Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan antibodi sesuai anjuran dokter.


Kapan Anda perlu ke dokter?

Segera ke dokter bila gejala KIPI timbul setelah beberapa hari diimunisasi untuk penanganan lebih lanjut.


Bagaimana cara mencegah timbulnya kondisi ini?

1. Tidak melakukan imunisasi saat anak sedang tidak sehat

2. Petugas kesehatan melakukan prosedur imunisasi dengan benar

3. Jaga kebersihan area sekitar bekas imunisasi


Referensi

1. Hadinegoro SR. Kejadian ikutan pasca imunisasi. Sari Pediatri. 2016 Dec 6;2(1):2-10.

2. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine safety: Understanding Side Effects and Adverse Events[Internet]. 2018. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/sideeffects/index.html. Diakses pada 12 Jan 2020.