top of page
Search

Kamu Lelah Mental? Recharge Energi dengan Tips-Tips Berikut!

Prixa.ai - 03 Juni 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Prixa, Jakata - Melewati periode yang menimbulkan stres cepat atau lambat akan membuat mental kamu terasa lelah, apalagi kalau kamu tidak memiliki kesempatan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Sebenarnya mengalami lelah mental merupakan hal yang normal. Akan tetapi, jika berkelanjutan, hal ini akan mengganggu fungsi keseluruhan kamu.


Dilansir dari Greatist, sasa lelah yang kamu alami biasanya terkait dengan stres, baik stres mental, fisik, atau emosional yang tidak ditangani. Ketika mengalami stres, fungsi seluruh tubuh kamu akan terganggu karena kadar kortisol yang meningkat. Oleh sebab itu, yuk mulai sekarang cepat-cepat isi ulang energi mental kamu yang mulai terkuras agar fungsi tubuh terus terjaga!


5 tips isi ulang energi mental


Semua orang pernah merasa lelah mental, tetapi setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengembalikan energi secara optimal. Saat kamu ingin kembali mendapatkan energi mental yang utuh, sebaiknya kamu memperhatikan pikiran kamu karena memikirkan hal-hal yang membuat stres membuat usaha kamu semakin sulit. Ketika kamu sudah berhasil menemukan cara untuk mengatasi pikiran-pikiran tersebut, kamu dapat melakukan 5 hal ini untuk mengembalikan energi mental kamu.


Menjaga jarak dari hal-hal dan orang-orang yang berdampak negatif bagimu

Rasa lelah mental yang kamu alami mungkin dipengaruhi oleh lingkunganmu, baik acara atau peristiwa maupun orang-orang di sekitarmu. Dikutip dari Develop Good Habits, menjaga jarak dapat melindungi kamu dari kecemasan, stres, atau konflik yang tidak diinginkan. Jarak emosional akan memberi efek positif bagimu jika dilakukan dengan baik.


Ketika situasi atau orang tertentu membuat kamu merasa sedih, kesal, atau marah, sebaiknya kamu membuat jarak antara kamu dan hal-hal atau orang-orang tersebut. Jika tidak mendesak, kamu dapat menunda keterlibatan kamu sampai kamu memiliki energi untuk menghadapinya.


Menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga

Berlawanan dengan mereka yang menguras mental, orang-orang yang membuat kamu merasa bahagia dan nyaman akan memancarkan energi positif yang kamu butuhkan untuk kembalikan energi mental. Teman-teman dan keluarga biasanya menjadi orang-orang yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama. Akan tetapi, kamu juga dapat berkumpul dengan siapapun itu selama mereka memberi efek serupa.


Mencoba berdamai dengan keadaan masa lalu

Beberapa orang masih fokus pada pengalaman-pengalaman negatif yang mereka alami di masa lalu. Jika kamu adalah salah satunya, sebaiknya kamu mulai mencoba untuk memaafkan diri kamu dan memberi kasih sayang pada diri sendiri karena terlalu fokus pada masa lalu adalah salah satu sumber stres yang paling umum. Mengubah arah fokus ke masa depan akan membantu kamu menghadapi kehidupan dengan keadaan mental yang lebih baik.


Jika masa lalu membuat kamu merasa tidak cukup atau meragukan diri sendiri, kamu dapat mengembalikan rasa percaya diri dan perasaan yang lebih positif dengan membuat daftar pencapaian atau prestasi yang pernah kamu raih. Hal ini akan memberi motivasi dan energi yang kamu butuhkan.


Melakukan aktivitas menyenangkan

Dilansir dari Mental Health America, perasaan positif dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk bangkit kembali dari stres, sehingga dapat memecahkan masalah dengan baik dan berpikir lebih fleksibel. Perasaan positif ini akan kamu dapatkan dengan melakukan hal-hal yang kamu senangi, seperti jalan-jalan di akhir pekan, menjalani hobi, dan bertemu teman lama. Kepuasan yang kamu dapatkan dari aktivitas tersebut akan membantu kamu kembali memiliki energi mental.


Melakukan detoks media sosial

Dikutip dari Nebraska Medicine, media sosial dapat memberi efek negatif yang membuat kamu kehilangan rasa percaya diri, menurunkan harga diri, memiliki suasana hati yang buruk, stres, dan cemas. Kamu mungkin merasa bahwa kamu harus memenuhi ekspektasi tertentu jika kamu banyak menghabiskan waktu di media sosial. Hal ini tentunya akan menyebabkan kondisi mental yang lelah.


Media sosial memang memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, tidak ada salahnya kamu istirahat sejenak dari media sosial dan teknologi untuk memperbaiki keadaan mental kamu. Kamu dapat mencoba membuat rencana realistis untuk meminimalkan konsumsi media sosial, seperti menggunakan media sosial maksimum 1 jam setiap harinya, sama sekali tidak membuka media sosial di akhir pekan, atau hanya boleh mengakses media sosial pada hari-hari tertentu. Mungkin awalnya terasa sulit, tetapi kamu dapat melakukannya secara bertahap agar lebih mudah untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut.


Ditinjau oleh Psikolog Klinis Prixa Yulius Steven


Jika lelah mental yang kamu alami belum terbantu dengan melakukan tips-tips di atas, jangan ragu untuk konsultasikan kondisi yang kamu alami dengan psikolog klinis. Segera konsultasi dengan psikolog klinis di Prixa untuk temukan solusi yang tepat untukmu dengan klik tombol di bawah ini!


Referensi

Healthline. Diakses pada 2022. How to Recharge Your Personal Battery with These Activities


Greatist. Diakses pada 2022. Feeling Drained? Here are 16 Ways to Build a Recharge into Your Day


Mental Health America. Diakses pada 2022. Create Joy and Satisfaction


Nebraska Medicine. Diakses pada 2022. Take a Break from Technology to Boost Mental Health

 

Curhat dan Cari Solusi bersama Prixa

0 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page