Jerawat

Jerawat merupakan masalah kulit yang terjadi karena folikel rambut tersumbat oleh minyak atau kulit mati.


Faktor Risiko

Jerawat ditemukan terutama pada anak-anak masa pubertas. Adanya stres, gesekan pada kulit, kulit yang terlalu berminyak, serta riwayat keluarga dengan jerawat merupakan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat.


Gejala dan Tanda

Gejala jerawat yang dapat ditemui berupa tonjolan berisi nanah di wajah dan punggung yang terasa nyeri. Tonjolan juga dapat disertai oleh bintik-bintik hitam berisi minyak yang mengering atau biasa disebut komedo.


Penyebab

Jerawat disebabkan oleh kelenjar keringat di kulit yang terlalu aktif sehingga menyebabkan kulit mati menempel pada pori-pori kulit. Kondisi ini memberi ruang pada bakteri untuk masuk dan menginfeksi pori-pori tersebut sehingga terbentuk jerawat.


Penanganan Nonfarmakologis

Penanganan jerawat saat ini cukup beragam, namun terapi laser dan fotodinamik menjadi pilihan yang cukup baik terutama pada jerawat yang luas.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengatasi jerawat berupa krim antibiotik, krim asam azelaik, tretinoin, serta asam salisilat.


Pencegahan

Jerawat dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kulit, rajin mencuci muka, menghindari produk yang dapat mengiritrasi kulit, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta menghindari terlalu sering atau terlalu lama terpapar sinar matahari.


Prognosis

Pada umumnya, prognosis dari penyakit ini baik karena tidak menimbulkan komplikasi yang fatal. Namun dari segi estetika, penyakit ini dapat menimbulkan bekas luka yang tidak diinginkan.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Beberapa rekomendasi pemeriksaan yang dapat dilakukan diantaranya: pemeriksaan kadar total hormone testosterone, DHEAS, androstenedion, FSH, LH, profil lipid, gula darah, dan kadar insulin.


Referensi

1. Nishihara R, Wu K, Lochhead P, et al. Long-term colorectal-cancer incidence and mortality after lower endoscopy. N Engl J Med. 2013 Sep 19. 369(12):1095-105.

2. Kiesslich R, Goetz M, Lammersdorf K, et al. Chromoscopy-guided endomicroscopy increases the diagnostic yield of intraepithelial neoplasia in ulcerative colitis. Gastroenterology. 2007 Mar. 132(3):874-82.

3. Spring KJ, Zhao ZZ, Karamatic R, et al. High prevalence of sessile serrated adenomas with BRAF mutations: a prospective study of patients undergoing colonoscopy. Gastroenterology. 2006 Nov. 131(5):1400-7.

4. [Guideline] Rex DK, Boland CR, Dominitz JA, et al. Colorectal cancer screening: recommendations for physicians and patients from the U.S. Multi-Society Task Force on Colorectal Cancer. Gastroenterology. 2017 Jul. 153(1):307-23.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai