The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Isolasi Mandiri



Apa itu isolasi mandiri dan mengapa penting untuk dijalankan?


Isolasi mandiri merupakan upaya untuk membatasi kontak dengan orang lain, demi mencegah penularan infeksi virus Corona, setelah mengalami gejala penyakit COVID-19 seperti demam dan batuk. Isolasi mandiri dapat dilakukan dengan cara tinggal di rumah dan tidak pergi ke tempat kerja, sekolah, atau mengunjungi tempat-tempat umum. Tindakan ini penting dilakukan untuk memperlambat laju penyebaran virus demi menjaga kapasitas fasilitas serta tenaga medis agar tidak melebihi batas aman.


Siapa saja yang harus mengisolasi diri?


Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil keputusan bahwa tindakan isolasi mandiri diwajibkan bagi:


  • Orang yang sedang sakit (demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, atau gejala penyakit pernapasan lainnya) namun tidak memiliki riwayat penyakit lainnya (seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, penyakit autoimun, AIDS, dan lainnya)

  • Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam atau gangguan pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal.

  • Orang yang tidak menunjukkan gejala namun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19.


Apa yang harus dilakukan selama isolasi diri?


Jaga kondisi diri:


  • Tinggal di rumah dan tidak pergi ke kantor, sekolah maupun tempat umum selama minimal 14 hari.

  • Memantau keadaan diri seperti mengukur suhu tubuh dengan rutin dan memonitor keadaan klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.

  • Tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Sebisa mungkin menyempatkan diri untuk berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.


Cegah penyebaran virus:


  • Gunakan masker, termasuk anggota keluarga yang sedang merawat pasien yang sedang sakit.

  • Praktekkan etika batuk/bersin yang benar.

  • Jaga jarak dengan anggota keluarga di rumah, minimal 1 meter.

  • Hindari berbagi pemakaian alat-alat makan, perlengkapan mandi; dan linen/sprei.

  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara rutin atau menggunakan hand sanitizer.

  • Bersihkan rumah dengan baik, disarankan menggunakan cairan desinfektan secukupnya.


Apabila gejala tidak membaik atau bertambah parah setelah beristirahat selama 7 hari, periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.


Apa yang bisa saya lakukan jika saya sendirian dan merasa kesepian?


  • Bergabung dengan komunitas online. Teknologi memungkinkan kita untuk tetap menjalin komunikasi meskipun dalam isolasi mandiri. Komunitas online sesuai minat atau hobi dapat menjadi wadah untuk berbagi cerita tentang hal yang Anda suka. Siapa tahu setelah isolasi mandiri berakhir Anda sudah menambah teman baru setelah bergabung di komunitas online pilihan.

  • Coba aktivitas baru yang belum pernah atau jarang Anda lakukan. Membaca buku atau melakukan yoga di dalam rumah bisa jadi pilihan untuk membantu Anda merasa lebih tenang.

  • Tetap produktif dengan melakukan rutinitas Anda sehari-hari. Lanjutkan pekerjaan kantor atau tugas kuliah yang tertunda. Pernah terpikir untuk memulai sesuatu tapi belum menemukan waktu yang tepat? Mungkin inilah saatnya. Jangan lupa luangkan waktu untuk rehat sejenak.

  • Jika semua sudah dicoba tapi masih belum ada perubahan, coba resapi dan kenali lebih dekat perasaan Anda. Terkadang rasa yang mampir hanya perlu diberi kesempatan lewat untuk dapat berlalu.


Tidak ada yang salah dengan merasa kesepian dalam situasi ini namun perlu diingat bahwa stres psikologis dapat mengakibatkan stres secara fisik, yang membuat kekebalan tubuh menurun. Jadi usahakan terus menjaga kesehatan mental Anda untuk membantu menjaga kondisi fisik Anda ya.


Bagaimana jika situasi di rumah tidak kondusif bagi saya untuk melakukan isolasi mandiri?


Apabila Anda harus menjalani isolasi mandiri di tempat yang kurang kondusif, seperti misalkan lingkungan yang abusif, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah mencari atau membuat area aman (safe zone) khusus untuk Anda sendiri di mana Anda dapat merasa aman dan beraktivitas dengan tenang. Selain menjaga jarak aman secara fisik, sebisa mungkin kurangi juga interaksi yang dapat memicu potensi konflik.


Jika Anda masih merasa kurang aman untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, jangan ragu untuk segera menghubungi pihak berwenang yaitu polisi di nomor telepon 110 atau nomor panggilan darurat 112 yang melayani kasus kekerasan pada perempuan atau anak, agar dapat ditindaklanjuti.


Referensi

1. Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Corona Disease (COVID-19). Internet. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/3%20Surat%20Edaran%20Nomor%20HK0201MENKES2022020%20tentang%20Protokol%20Isolasi%20Diri%20Sendiri%20dalam%20Penanganan%20Coronavirus%20Disease.pdf. Diakses 18 Mar 2020.

2. Looking after your mental health while self-isolating. Internet. London: Young Minds; 2020. https://youngminds.org.uk/blog/looking-after-your-mental-health-while-self-isolating/. Diakses 18 Mar 2020.