Influenza

Influenza, yang sering dikenal sebagai flu, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA (rantai tunggal asam ribonukleat) yaitu virus influenza tipe A dan B. Pada beberapa kasus, influenza disebabkan oleh virus influenza tipe C.


Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya influenza adalah:

• Daya tahan tubuh menurun

• Kepadatan hunian dan kepadatan penduduk yang tinggi

• Perubahan musim/cuaca

• Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

• Usia lanjut (60 tahun ke atas)


Gejala dan Tanda

Keluhan yang sering muncul adalah demam, bersin, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri sendi dan badan, sakit kepala, serta rasa lemah pada badan.


Penyebab

Influenza dapat disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C yang menyebar melalui udara.


Penanganan Nonfarmakologis

Pengobatan dapat dibantu dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Tindakan yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala flu adalah beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan fisik berlebihan, dan makan makanan bergizi tinggi yang dilengkapi dengan buah-buahan yang tinggi akan vitamin.


Penanganan Farmakologis

Pengobatan yang dianjurkan untuk influenza antara lain adalah:

• Antipiretik atau obat penurun panas. Dewasa dapat mengonsumsi parasetamol 500 mg sebanyak 3-4x/hari (10-15 mg/kgBB) atau ibuprofen 200-400 mg sebanyak 3-4x/hari (5-10 mg/kgBB).

• Dekongestan untuk hidung tersumbat, seperti pseudoefedrin (60 mg setiap 4-6 jam)

• Antihistamin, seperti klorfeniramin 4-6 mg sebanyak 3-4 kali/hari, difenhidramin 25-50 mg setiap 4-6 jam, loratadin 10 mg dosis tunggal, atau cetirizine 10 mg dosis tunggal (pada anak loratadin 0,5 mg/kgBB dan cetirizine 0,3 mg/kgBB).

• Dapat pula diberikan antitusif atau ekspektoran bila flu disertai dengan batuk. Antitusif tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak.


Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi influenza setiap tahun, terutama bagi orang-orang dengan risiko tinggi. Pasien yang baru kembali dari daerah dengan epidemi influenza juga harus mendapatkan perhatian khusus.


Prognosis

Prognosis influenza pada umumnya baik dan akan sembuh sendiri dengan istirahat yang cukup dan pengadopsian gaya hidup sehat.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Bila terdapat kecurigaan akan penyebab-penyebab yang lebih berbahaya, pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan. Namun, umumnya tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium terutama pada situasi rawat jalan. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk influenza adalah:

• Pemeriksaan darah lengkap

• Kultur virus and polymerase chain reaction (PCR)

• Pemeriksaan elektrolit

Swab hidung (tes diagnostic cepat)

• Uji imunofluoresens

• Uji fungsi hati (AST, ALT, bilirubin, albumin)

• Uji flu burung (avian influenza) - H5N1

Rontgen dada


Referensi

1. Jameson JL, et al., eds. Influenza. In: Harrison's Principles of Internal Medicine. 20th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2018. https://accessmedicine.mhmedical.com. Accessed July 13, 2018.

2. Zachary KC. Treatment of seasonal influenza in adults. https://www.uptodate.com/contents/search. Accessed July 13, 2018.

3. Goldman L, et al., eds. Influenza. In: Goldman-Cecil Medicine. 25th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com. Accessed July 13, 2018.





The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai