The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Infeksi Saluran Kemih Bagian Atas


Infeksi saluran kemih bagian atas adalah infeksi pada organ ginjal atau pielonefritis dan ureter atau ureteritis.


Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini adalah usia tua, riwayat ISK sebelumnya, terdapat obstruksi pada saluran kemih (pembesaran prostat, batu ginjal, atau kanker), serta riwayat penggunaan kateter yang berkepanjangan. Adanya penyakit diabetes, penurunan sistem imun tubuh, dan struktur saluran kemih yang abnormal sejak lahir dapat menyebabkan penyakit ISK bagian atas. Wanita hamil juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini.


Gejala dan Tanda

Apabila seseorang terkena ISK bagian atas, dapat ditemukan gejala-gejala seperti demam, menggigil, rasa panas atau nyeri pada pinggang, punggung bawah atau selangkangan, nyeri saat berkemih, mual, dan muntah. Dapat pula ditemukan gejala-gejala ISK bagian bawah seperti meningkatnya frekuensi pipis, anyang-anyangan (polakisuria), dan rasa tidak lampias.


Penyebab

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama ISK bagian atas. Penyebab tersering adalah infeksi bakteri Escherichia coli. Penyebab lain yaitu Proteus sp., Klebsiella sp., Enterobacter, Pseudomonas, dan Staphylococcus. Infeksi bakteri ini biasanya dimulai dari saluran kemih bagian bawah, yang menjalar menuju kandung kemih hingga ginjal.


Penanganan Nonfarmakologis

Penanganan tanpa obat-obatan dapat berupa minum air putih minimal 2 liter/hari bila fungsi ginjal normal. Hal ini berfungsi untuk mengirigasi saluran kemih. Semakin banyaknya air, semakin banyak juga irigasi yang dilakukan. Selain itu, sangat diharapkan untuk menjaga higienitas alat kelamin luar.


Penanganan Farmakologis

Penyakit ISK bagian atas membutuhkan pemberian obat antibiotik selama jangka waktu yang lebih lama, yaitu 7-14 hari. Pilihan antibiotik yang dapat diberikan yaitu kotrimoksazol, fluorokuinolon, seftriakson, atau amoksisilin-asam klavulanat. Apabila kasus semakin berat dan mencapai sistemik, perlu dilakukan rawat inap dan pemberian antibiotik melalui jalur infus.


Pencegahan

Untuk pencegahan, seseorang dapat memperbanyak minum air. Selain itu, perlu menjaga kebersihan area kemaluan. Pada wanita, pembersihan area kemaluan dilakukan dari arah depan ke belakang, tidak menggunakan kondom berpelumas spermisida, menggunakan pakain dalam yang longar, menjaga area kemaluan tetap kering, serta menghindari produk pembersih kewanitaan yang dapat menyebabkan iritasi.


Prognosis

Secara umum, prognosis baik apabila dilakukan penanganan dengan antibiotik sesuai anjuran. Bila tidak ditangani dengan baik, bakteri dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan urosepsis sehingga prognosis dapat menjadi buruk.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Untuk membantu penegakkan ISK bagian atas, dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan dasar seperti darah lengkap, urinalisis serta gambaran mikroskopis urin dapat dilakukan. Urinalisis dapat melihat adanya bakteri, sel darah putih, dan sel darah merah pada urin, serta uji leukosit esterase dan nitrit. Dapat dilakukan kultur urin dan uji sensitivitas antibiotik apabila diperlukan. Pemeriksaan USG serta foto polos abdomen dapat dilakukan untuk melihat parenkim organ ginjal.



Referensi

1. Bonkat G, Pickard R, Bartoletti R, Cai T, Bruyere F, Geerlings SE, et al. EAU guidelines on urological infections. Arnhem: EAU. 2018.

2. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: PB IDI; 2017.