The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Infeksi Norovirus

Infeksi norovirus adalah suatu infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh norovirus. Infeksi ini bersifat menular dan dapat menginfeksi segala usia. Gejala yang timbul biasanya adalah muntah dan diare.


Faktor Risiko

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi norovirus adalah makan makanan dengan sanitasi yang buruk, berada di lingkungan tertutup dan padat, serta interaksi dengan orang yang terpapar dengan norovirus.


Gejala dan Tanda

Gejala yang muncul pada infeksi norovirus berupa mual, muntah, kram atau nyeri perut, diare (BAB cair atau berlendir), lemas, demam, dan kram atau nyeri otot.


Penyebab

Infeksi norovirus dapat menular melalui kontaminasi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi dan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.


Penanganan Nonfarmakologis

Orang yang terinfeksi norovirus dianjurkan untuk minum air yang banyak guna mencegah bertambah buruknya dehidrasi, makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan sistem imun, dan makan dengan porsi kecil tetapi sering untuk mengurangi terjadinya muntah.


Penanganan Farmakologis

Tidak ada pengobatan spesifik terhadap penyakit ini. Obat yang biasanya diberikan adalah obat-obatan pereda gejala, seperti obat antidiare, antimual, dan obat sakit kepala. Apabila pasien mengalami dehidrasi berat dan tidak dapat minum, biasanya dapat dilakukan pemberian cairan melalui intravena (infus).


Pencegahan

Pencegahan infeksi norovirus dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin terutama sebelum menyentuh dan mengonsumsi makanan dan minuman, menjaga kebersihan makanan, memasak makanan hingga matang, membuang bekas muntahan atau kotoran dengan tepat, serta melakukan pembersihan area yang terkontaminasi virus dengan larutan klorin menggunakan sarung tangan.


Prognosis

Pemulihan penyakit ini biasanya bergantung pada sistem kekebalan tubuh penderita. Pada kebanyakan kasus, biasanya infeksi norovirus dapat sembuh dalam beberapa hari.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium pada infeksi norovirus biasanya berfokus untuk mendeteksi antigen virus atau genetik dari virus. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan diantaranya tes RT-qPCR (untuk mendeteksi RNA/materi genetik dari norovirus), multiplex gastrointestinal platforms, enzyme immunoassays, dan genotyping (pemeriksaan karakteristik genetik dari virus). Meski demikian, biasanya norovirus dapat ditangani tanpa harus melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut.



Referensi

1. Norovirus Diagnosis | CDC [Internet]. [cited 2019 Nov 17]. Available from: https://www.cdc.gov/norovirus/lab/diagnosis.html

2. Robilotti E, Deresinski S, Pinsky BA. Norovirus. Clin Microbiol Rev. 2015 Jan;28(1):134–64.