The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Infeksi Cacing Kremi

Infeksi cacing kremi adalah infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan akibat cacing kremi (pinworm).


Faktor Risiko

Faktor risiko infeksi cacing kremi yaitu anak balita atau anak usia sekolah yang tidak memperhatikan kebersihan, orang yang merawat anak atau orang dewasa yang terinfeksi, tidak memperhatikan kebersihan terutama jarang mencuci tangan, serta kebiasaan menggigiti kuku.


Gejala dan Tanda

Infeksi cacing kremi ditandai dengan gatal pada daerah anus hingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan sulit tidur, kemerahan dan nyeri pada kulit sekitar anus karena iritasi, ditemukannya cacing kremi pada anus atau pada tinja, nyeri pada perut, serta mual.


Penyebab

Cacing kremi dapat masuk ke dalam tubuh apabila seseorang tidak sengaja mengonsumsi makanan atau makan dengan tangan yang terkontaminasi oleh kotoran yang mengandung cacing kremi. Larva cacing yang masuk kemudian bertumbuh dan berkembang biak dalam tubuh manusia dan kembali bertelur. Telur akan tinggal di daerah anus, sementara cacing yang dewasa akan keluar melalui anus bersamaan dengan feses. Ketika menggaruk bagian anus yang gatal, telur cacing dapat berpindah ke tangan, pakaian atau barang dan bertahan pada tangan hingga 2-3 minggu. Telur dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya apabila orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dan bersentuhan dengan orang lain, atau orang lain menyentuh barang orang yang terinfeksi tersebut. Telur kemudian dapat masuk ke saluran pencernaan apabila orang tersebut makan tanpa mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.


Penanganan Nonfarmakologis

Penanganan meliputi mencuci tangan (terutama sebelum makan), tidak menggaruk bagian anus yang gatal, mencuci pakaian penderita dengan air panas, membersihkan seluruh mainan atau benda yang tersentuh, tidak menggunakan benda atau pakaian secara bersamaan, mandi dengan air hangat, menggunting kuku menjadi pendek, dan tidak mengigit kuku.


Penanganan Farmakologis

Pengobatan infeksi cacing kremi meliputi obat anti cacing, antara lain mebendazole, albendazole, dan pyrantel pamoate. Bila dalam satu lingkungan ada beberapa orang yang terinfeksi maka pengobatan dilakukan secara bersamaan.


Pencegahan

Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh terutama dengan mencuci tangan, tidak menggigiti kuku jari, menjaga agar kuku jari tetap pendek dan bersih, memastikan rumah mendapatkan cahaya matahari yang cukup, rajin mengganti pakaian bagi penderita dan mencuci pakaian tersebut dengan air panas agar telur tidak berpindah ke tempat lain.


Prognosis

Secara umum prognosis infeksi cacing kremi baik, namun karena telur cacing sangat kecil dan sulit untuk dilihat, kemungkinan infeksi kembali dapat terjadi. Oleh karena itu, bila terdapat beberapa orang yang terinfeksi maka pengobatan harus dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi saluran kemih (ISK), penurunan berat badan, serta pada wanita dapat terjadi peradangan vagina (vaginitis) atau rahim (endometritis).


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan lab yang dapat dilakukan yaitu pengambilan telur cacing dengan metode anal swab atau cellophane swab yang ditempelkan di sekitar anus sebelum buang air besar.


Referensi

1. Lubis SM, Pasaribu S, Lubis CP. Enterobiasis pada anak. Sari Pediatri 2008; 9(5):314-8.

2. Wendt S, Trawinski H, Schubert S, Rodloff AC, Mössner J, Lübbert C. The Diagnosis and Treatment of Pinworm Infection. Dtsch Arztebl Int. 2019;116(13):213–219. doi:10.3238/arztebl.2019.0213