The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Impetigo

Impetigo merupakan infeksi pada kulit (epidermis, dermis dan subkutis) yang sangat menular dan disebabkan oleh bakteri gram positif dari golongan Stafilokokus dan Streptokokus.


Faktor Risiko

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak usia 2-5 tahun. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama dengan kadar CD4 dan CD8 yang rendah, meningkatkan risiko terjadinya impetigo. Faktor-faktor lain seperti kebersihan yang kurang baik dan kekurangan gizi memungkinan seseorang terinfeksi impetigo. Faktor lingkungan seperti tempat yang ramai dan lembab juga mendukung penularan bakteri.


Gejala dan Tanda

Gejala utama yang biasa menyertai impetigo ialah koreng atau luka di kulit. Luka berawal dari bentuk seperti bintil kecil yang gatal, dapat berisi cairan atau nanah dengan dasar dan pinggiran sekitarnya berwarna kemerahan. Keluhan ini dapat meluas menjadi bengkak disertai dengan rasa nyeri. Bintil kemudian pecah dan menjadi luka/koreng yang mengering, keras dan lengket. Gejala ini biasanya muncul di daerah wajah (terutama dekat hidung dan mulut), tangan, dan kaki.


Penyebab

Penyebab impetigo adalah infeksi dari bakteri gram positif golongan Stafilokokus dan Streptokokus. Penularan bakteri dapat terjadi melalui kontak langsung dengan luka pada tubuh penderita atau secara tidak langsung melalui benda yang telah dipegang oleh penderita, seperti handuk, baju, seprai, dan mainan.


Penanganan Nonfarmakologis

Penting bagi penderita untuk selalu menjaga kebersihan, memenuhi nutrisi dengan diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP) dan menjaga stamina tubuh agar bakteri tidak menyebar lebih lanjut dan cepat mengalami penyembuhan.


Penanganan Farmakologis

Bila terdapat banyak pus (nanah) atau krusta (nanah yang mengering), pemberian obat topikal (obat-obatan oles) dapat dipertimbangkan dengan melakukan kompres terbuka. Jika luka tidak tertutupi oleh pus atau krusta, dapat langsung diberikan obat topikal berupa salep atau krim. Selain obat-obatan topikal, dapat juga diberikan antibiotik oral.


Pencegahan

Pencegahan penyakit impetigo adalah dengan menjaga kebersihan kulit, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan menjaga stamina tubuh.


Prognosis

Impetigo merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan tergolong ringan tanpa diikuti dengan komplikasi. Prognosis impetigo umumnya baik.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah kultur dan tes sensitivitas bakteri, urinalisis, biopsi kulit, pemeriksaan mikrobiologis dengan KOH, dan kultur virus.



Referensi

1. AskMayoExpert. Impetigo. Rochester, Minn.: Mayo Foundation for Medical Education and Research; 2014.

2. Baddour LM. Impetigo. http://www.uptodate.com/home. Accessed Feb. 11, 2016.

3. Hartman-Adams H, et al. Impetigo: Diagnosis and treatment. American Family Physician. 2014;90:229.

4. Kliegman RM, et al. Cutaneous bacterial infections. In: Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com. Accessed Feb. 11, 2016.

5. Bennett JE, et al. Cellulitis, necrotizing fasciitis, and subcutaneous tissue infections. In: Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases. 8th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2015. http://www.clinicalkey.com. Accessed Feb. 11, 2016.