The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Impaksi Serumen

Impaksi serumen merupakan kondisi tersumbatnya telinga oleh kotoran telinga (serumen) yang telah menggumpal, mengeras dan kemudian menjadi padat seperti batu.


Faktor Risiko

Faktor yang memengaruhi impaksi serumen adalah faktor genetik, usia, dan kebiasaan. Secara genetik, tiap orang memiliki bentuk dan ukuran saluran telinga yang berbeda. Sehingga, pada orang dengan bentuk saluran telinga yang lebih mendatar dan kecil, impaksi serumen lebih mudah terjadi. Seiring bertambahnya usia, konsistensi kotoran telinga menjadi lebih kering, sehingga lebih mudah menggumpal dan pada akhirnya membatu. Selain itu, kebiasaan berupa memasukkan benda ke dalam saluran telinga secara sering seperti penggunaan cotton bud, ear plug atau alat bantu dengar juga dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya impaksi serumen.


Gejala dan Tanda

Penyakit impaksi serumen menyebabkan berbagai gejala, yakni rasa gatal dan rasa penuh pada liang telinga. Terkadang, dapat pula dijumpai rasa nyeri dan penurunan pendengaran.


Penyebab

Penyebab impaksi serumen adalah terdorongnya kotoran telinga (serumen) ke bagian dalam telinga serta bentuk dan ukuran saluran telinga yang mendatar dan kecil sehingga memudahkan terjadinya penumpukan.


Penanganan Nonfarmakologis

Untuk mengatasi impaksi serumen, perlu dilakukan pengeluaran kotoran secara manual oleh tenaga medis terlatih.


Penanganan Farmakologis

Obat tetes telinga yang berfungsi untuk melunakkan kotoran telinga dipilih untuk melunakkan serumen yang sudah membatu. Dengan pemberian tetes telinga, pengeluaran kotoran secara manual oleh tenaga medis akan lebih mudah.


Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya impaksi serumen, dapat dilakukan pembersihan saluran telinga secara berkala oleh tenaga medis dan menghindari penggunaan cotton bud.


Prognosis

Impaksi serumen adalah penyakit yang dapat disembuhkan secara total. Namun, apabila tidak disertai dengan perubahan gaya hidup seperti pembersihan berkala dan meninggalkan penggunaan cotton bud, maka penyakit ini dapat kembali terjadi.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pada umumnya, penegakkan diagnosis impaksi serumen dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik telinga menggunakan otoskop.


Referensi

1. Michaudet C, Malaty J. Cerumen Impaction: Diagnosis and Management. Am Fam Physician. 2018 Oct 15;98(8):525-529.

2. Hauk L. Cerumen Impaction: An Updated Guideline from the AAO-HNSF. Am Fam Physician. 2017 Aug 15;96(4):263-264

3. McCarter DF, Courtney AU, Pollart SM. Cerumen impaction. Am Fam Physician. 2007 May 15. 75(10):1523-8