Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar gula di dalam darah terlalu rendah sehingga mengganggu fungsi tubuh. Kondisi ini sering dialami oleh individu dengan diabetes atau penyakit gula darah.


Faktor Risiko

Riwayat menderita diabetes atau penyakit gula darah, menggunakan obat suntik atau insulin untuk menangani diabetes, mengonsumsi alkohol, memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia. Selain itu, individu dengan diabetes yang pola makannya tidak teratur juga berisiko mengalami hipoglikemia akibat penekanan gula darah oleh obat-obatan yang dikonsumsi tanpa diimbangi dengan asupan gula yang cukup.


Gejala dan Tanda

Kondisi hipoglikemia ditandai dengan rasa mudah lapar, mudah marah, sulit berkonsentrasi, tampilan pucat, berdebar-debar, gemetar, keringat dingin, kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, dan pandangan kabur.


Penyebab

Penyebab tersering dari hipoglikemia adalah dosis obat atau insulin yang terlalu tinggi pada individu dengan diabetes, sehingga menekan kadar gula darah hingga di bawah normal. Seseorang yang mengonsumsi alkohol saat perut masih kosong juga dapat mengalami hipoglikemia. Hal tersebut disebabkan oleh penghambatan pengeluaran cadangan gula yang ada di hati ke aliran darah, sehingga gula yang ada di dalam darah kadarnya menjadi rendah. Penyebab lainnya adalah ketika seseorang makan makanan manis terlalu banyak atau makan karbohidrat terlalu banyak. Hal ini akan menyebabkan tingginya gula di dalam darah sehingga memicu pengeluaran hormon insulin yang banyak. Peningkatan kadar hormon insulin dalam darah ini akan menyebabkan turunnya kadar gula darah dan menyebabkan kondisi hipoglikemia.


Edukasi

Jika mengalami gejala-gejala hipoglikemia seperti yang telah disebutkan di atas atau bila melihat keluarga atau orang lain mengalami gejala-gejala tersebut, segera anjurkan untuk konsumsi makanan manis atau gula untuk meningkatkan gula darah. Setelah 10-15 menit, periksalah kadar gula darah. Bila gula darah masih berada di bawah 70 mg/dL, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis kembali. Bila diketahui memiliki diabetes, dianjurkan untuk konsultasi ke dokter mengenai penyesuaian dosis dan jenis obat diabetes yang sedang dikonsumsi.


Penanganan Farmakologis

Pada keadaan hipoglikemia, dapat dipertimbangkan pemberian cairan glukosa (gula) melalui infus sesuai indikasi.


Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya hipoglikemia, seseorang perlu melakukan pengecekan rutin gula darah, khususnya pada individu dengan diabetes. Selain itu, selalu sediakan makanan atau minuman manis ketika berpergian, konsumsilah makanan sebelum berolahraga, adopsi pola makan yang teratur, dan hindari konsumsi alkohol saat perut kosong.


Prognosis

Kondisi hipoglikemia merupakan kondisi gawat darurat. Bila orang dengan kondisi ini tidak mendapatkan penanganan segera, orang tersebut dapat mengalami penurunan kesadaran, kejang, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang cepat untuk mengatasi kondisi hipoglikemia.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang dianjurkan untuk dilakukan adalah pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan toleransi glukosa oral, pemeriksaan gula darah puasa, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan kadar insulin, pemeriksaan kadar pro-insulin, pemeriksaan tiroid, dan kortisol darah. Selain itu, pada pemeriksaan CT atau MRI juga dapat ditemukan adanya pembengkakan pada kelenjar penghasil insulin yang dapat menyebabkan hipoglikemia. Pemeriksaan rontgen dada, urinalisis, atau kultur darah juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan infeksi tersembunyi yang dapat menjadi penyebab kondisi hipoglikemia.


Referensi

1. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2015. Jakarta: PB. Perkeni; 2015.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai