Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis A.


Faktor Risiko

Faktor risiko hepatitis A adalah:

· kontak langsung dengan penderita hepatitis A

· mengunjungi atau tinggal di daerah endemik hepatitis A

· mengonsumsi makanan yang mentah, setengah matang, atau kurang bersih

· tinggal di daerah yang minim sumber air bersih


Gejala dan Tanda

Pusing, menggigil, dan nyeri otot dan sendi merupakan gejala yang sering terjadi di awal perjalanan penyakit ini. Seiring waktu, urin dapat berwarna kecoklatan seperti teh, tinja berwarna pucat seperti dempul, kulit dan mata berwarna kekuningan, dan badan juga dapat terasa gatal. Gejala dapat disertai oleh lemas, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan nyeri perut bagian atas.


Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Virus hepatitis A ditularkan melalui rute fekal-oral, yakni melalui ingesti makanan atau air yang terkontaminasi dengan feses dari orang yang terinfeksi.


Penanganan Nonfarmakologis

Jika Anda terkena hepatitis A, lakukanlah hal-hal berikut:

· Istirahat total

· Hindari minuman beralkohol untuk sementara waktu

· Makan makanan bergizi dengan porsi makan yang sedikit namun sering

· Hindari makanan dengan kandungan lemak tinggi

· Minum air putih yang cukup

· Gunakan pakaian yang longgar


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk meringankan gejala, seperti antipiretik (parasetamol) untuk meredakan demam, antinyeri (ibuprofen, natrium diklofenak), dan antiemetik (dimenhidrinat, domperidon) untuk mengurangi gejala muntah.


Pencegahan

Hepatitis A dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut:

· Vaksinasi hepatitis A

· Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi

· Menjaga kebersihan tubuh, terutama dengan mencuci tangan

· Menghindari makan makanan yang kebersihannya diragukan

· Menghindari penggunaan alat makan bersama, terutama dengan penderita hepatitis A

· Mengkonsumsi air yang sudah matang


Prognosis

Penyakit ini umumnya dapat sembuh sendiri sehingga memiliki prognosis yang baik. Meski demikian, pada kasus yang berat sebaiknya segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan agar segera ditangani.



Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan jika Anda dicurigai menderita hepatitis A adalah pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan waktu pembekuan darah, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan imun tubuh terhadap virus hepatitis A, USG hati, dan biopsi hati.

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Chapter 9: Hepatitis A. In Hamborsky J, Kroger A, Wolfe S, eds. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases. 13th ed. Washington, DC: Public Health Foundation; 2015:135–148.

2. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: PB IDI; 2017.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai