The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Gigitan Serangga

Gigitan serangga (insect bite) merupakan kondisi atau reaksi alergi yang dialami oleh tubuh seseorang pada saat digigit serangga. Hal ini umumnya merupakan reaksi yang terlihat di permukaan kulit, namun bisa juga bermanifestasi sebagai reaksi yang bersifat menyeluruh di bagian tubuh lain.


Faktor Risiko

Gigitan serangga biasanya dijumpai pada orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan banyak serangga, seperti perkebunan, rawa-rawa, dan tempat lainnya. Adanya riwayat alergi pada diri sendiri dan keluarga meningkatkan risiko munculnya reaksi gigitan serangga.


Gejala dan Tanda

Gejala yang dialami bisa bermacam-macam, tergantung dari tingkat keparahan gigitan. Pada gigitan yang ringan, gigitan serangga hanya menimbulkan reaksi ruam kemerahan, gatal, nyeri, bengkak, kaku dan kesemutan pada area tubuh yang digigit. Akan tetapi, jika reaksi yang ditimbulkan berat, dapat menyebabkan gejala demam, pingsan, mual muntah, sesak napas, serta jantung berdebar, sehingga diperlukan penanganan segera. Gejala seperti ini yang disebabkan oleh gigitan serangga dapat disebut juga syok anafilaktik.


Penyebab

Gigitan serangga-serangga tertentu mengandung racun yang dapat menyebar yang menyebabkan reaksi alergi pada tubuh manusia.


Penanganan Nonfarmakologis

Penanganan tanpa obat-obatan dapat dilakukan sebagai penanganan awal. Penanganan tersebut dapat berupa membersihkan bekas gigitan dengan air dan sabun, memberikan kompres dingin (seperti kain flanel atau kain yang didinginkan dengan air dingin), atau kompres es untuk meredakan pembengkakan setidaknya selama 10 menit. Naikkan atau angkat bagian tubuh yang terkena gigitan jika memungkinkan, karena hal ini dapat membantu mengurangi pembengkakan. Hindari menggaruk daerah yang terkena untuk mengurangi risiko infeksi serta hindari memberikan cuka atau soda bikarbonat.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat diberikan berupa: antihistamin oral, salep antigatal, larutan amonia (pada beberapa literatur dilaporkan memiliki efek penetral terhadap gigitan atau sengatan serangga), anti inflamasi (contoh: hidrokortison), dan obat antinyeri seperti paracetamol atau ibuprofen (penggunaan aspirin tidak disarankan untuk anak-anak).


Pencegahan

Langkah-langkah pencegahan terhadap gigitan serangga meliputi menghindari kontak dengan serangga yang berbahaya, tetap tenang dan menjauh secara perlahan jika menemukan serangga yang berpotensi menyengat atau menggigit, menggunakan pakaian tertutup dan sepatu saat berada di lingkungan yang terdapat banyak serangga, menghindari penggunaan produk dengan bau menyengat, tidak mengganggu sarang serangga, menghindari berkemah di dekat air seperti kolam dan rawa, dan menutup pintu dan jendela atau meletakkan jaring tipis pada pintu atau jendela untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah.


Prognosis

Sebagian besar kasus gigitan atau sengatan serangga biasanya dapat membaik sendiri. Namun, hal ini bergantung pada reaksi alergi yang terdapat pada masing-masing individu. Beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi alergi yang parah hingga terjadi syok anafilaktik.


Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer; 2014

2. Nathan A. Advising on insect bites and stings. The Pharmacological J (278): 557-60; 2007

3. Insect bites and stings. [internet]. [cited at 2019 Nov 22]. Available from: https://www.blackburnwithdarwenccg.nhs.uk/download/governing_body_papers/INSECT-BITES-AND-STINGS.pdf