Functional Heartburn

Functional heartburn merupakan nyeri ulu hati yang tidak membaik meskipun Anda telah mengkonsumsi obat penurun produksi asam lambung. Pada functional heartburn, tidak ditemukan adanya kelainan pada kerongkongan dan tidak terjadi aliran balik asam lambung ke kerongkongan seperti yang ditemukan pada penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD).


Faktor Risiko

Functional heartburn dapat dipicu oleh sejumlah faktor psikologis, seperti kelelahan, stres, dan kecemasan. Penyakit ini juga lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria.


Gejala dan Tanda

Nyeri ulu hati pada functional heartburn tidak membaik meskipun Anda telah mengkonsumsi obat penurun produksi asam lambung. Jika Anda mengalami penyakit ini, Anda tidak akan merasakan keluhan yang khas pada penyakit refluks gastroesofageal, seperti rasa asam di mulut. Selain itu, tidak ditemukan pula keluhan yang timbul akibat kelainan pada kerongkongan, seperti sulit menelan dan sering tersedak. Anda dapat dinyatakan mengalami functional heartburn bila gejala-gejala tersebut terjadi minimal dalam 3 bulan terakhir (berulang minimal 2 kali seminggu) dan keluhan sudah dirasakan minimal sejak 6 bulan.


Penyebab

Pada dasarnya, penyebab functional heartburn belum diketahui secara pasti. Penelitian menyatakan bahwa functional heartburn kemungkinan disebabkan oleh suatu rangsangan spesifik, seperti rangsangan kimiawi (asam lambung), rangsangan mekanik (regangan pada kerongkongan), serta rangsangan pada sistem saraf (psikologis). Selain itu, faktor lain yang diduga berkontribusi terhadap functional heartburn adalah adanya respon berlebihan dari kerongkongan terhadap rangsangan tidak spesifik yang menimbulkan sensasi nyeri.


Penanganan Nonfarmakologis

Bila Anda mengalami gejala-gejala dari functional heartburn, segeralah datang ke fasilitas kesehatan untuk memastikan penyebab keluhan yang Anda alami dan mendapat penanganan yang tepat. Secara umum, penanganan dari functional heartburn terbagi menjadi dua jenis, yaitu terapi tanpa obat dan terapi dengan obat. Terapi tanpa obat yang dapat dilakukan mencakup terapi psikologis (seperti terapi kognitif perilaku dan hipnoterapi), relaksasi otot, serta terapi akupuntur.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk mendukung terapi functional heartburn mencakup obat penurun produksi asam lambung (seperti Omeprazole dan Lansoprazole), antasida, sukralfat, dan antidepresan (seperti antidepresan trisiklik). Seluruh terapi harus dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter.


Pencegahan

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya functional heartburn adalah menghindari faktor risiko, seperti beristirahat cukup dan menghindari stres atau pun kecemasan.


Prognosis

Secara umum, functional heartburn dapat teratasi dengan penanganan yang tepat. Namun, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangani penyakit tersebut hingga sembuh secara optimal.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan diagnosis functional heartburn dan menyingkirkan kemungkinan terjadinya aliran balik (refluks) asam lambung. Pemeriksaan yang dapat dilakukan mencakup uji teropong saluran cerna (endoskopi), uji keasaman kerongkongan (pH test), dan pengambilan jaringan (biopsi) dari lapisan kerongkongan.


Referensi

1. Fass R. Functional heartburn. Gastroenterol Hepatol. 2014; 10(6): 381-3.

2. Yamasaki T, Neil J, Fass R. Update on functional heartburn. 2017; 13(12): 752-34.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai