Folikulitis

Folikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada folikel rambut. Terdapat beberapa jenis folikulitis yang dibagi berdasarkan dalamnya peradangan yang terjadi: folikulitis dangkal dan folikulitis dalam. Folikulitis dangkal dikelompokan sesuai dengan penyebabnya, yaitu: folikulitis bakteri, folikulitis pseudomonas (hot-tub foliculitis), pseudofolikulitis barbae, dan folikulitis pityrosporum. Sedangkan folikulitis dalam terdiri atas: sycosis barbae, bisul, dan folikulitis gram negatif. Jenis folikulitis lain yang memiliki karakteristik berbeda yaitu folikulitis eosinofilik yang terdapat pada penderita HIV/AIDS.


Faktor Risiko

Folikulitis dapat diderita terutama oleh orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk (immunocompromised) seperti pada penderita penyakit autoimun dan HIV/AIDS. Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan terjadinya folikulitis meliputi sering menggaruk kulit, sering memakai pakaian yang ketat, bercukur, memiliki jerawat atau radang kulit, sering berendam air panas, penggunaan obat krim jangka panjang (terutama obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dan antibiotik), dan riwayat waxing.


Gejala dan Tanda

Gejala yang muncul pada folikulitis berupa benjolan seperti jerawat berwarna merah dengan rambut di tengahnya. Bagian atas benjolan biasanya berwarna kuning atau pucat. Benjolan dapat membesar lalu pecah dan mengeluarkan nanah atau darah, terasa gatal, dan dapat terasa nyeri pada daerah sekitar benjolan. Terkadang dapat muncul rasa terbakar pada benjolan disertai dengan demam ringan.


Penyebab

Folikulitis seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus, meski dapat juga disebabkan oleh infeksi virus atau jamur. Penyebab folikulitis lain yaitu pertumbuhan rambut ke dalam kulit.


Penanganan Nonfarmakologis

Folikulitis dapat ditangani dengan berhenti mencukur dan mengoleskan losion pada kulit berambut. Kompres kulit yang meradang dengan air hangat untuk membantu meringankan gejala. Selain itu, operasi minor, terapi cahaya, dan laser hair removal dapat menjadi pilihan pada folikulitis dengan kondisi yang cukup buruk.


Penanganan Farmakologis

Penanganan obat-obatan mencakup pemberian antibiotik (krim, losion atau gel), antijamur (sampo, krim, atau tablet), krim steroid, dan juga pengobatan untuk HIV/AIDS pada folikulitis yang disebabkan karena HIV/AIDS.


Pencegahan

Folikulitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban kulit, berhati-hati saat mencukur, tidak menggunakan pakaian yang ketat, dan tidak berendam di dalam air yang tidak bersih.


Prognosis

Secara umum, folikulitis dapat sembuh total jika diobati dengan penanganan yang tepat.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang mungkin dibutuhkan berupa kultur jaringan, pewarnaan gram, pemeriksaan dengan KOH, dan biopsi kulit untuk menyingkirkan diagnosis banding berupa keganasan dan diagnosis banding lainnya.



Referensi

1. Stollery N. Skin infections. Practitioner. 2014 Apr. 258(1770):32-3.

2. Kircik LH. Advances in the Understanding of the Pathogenesis of Inflammatory Acne. J Drugs Dermatol. 2016 Jan 1. 15 (1):s7-s10.

3. Majors MJ, Berger TG, Blauvelt A, Smith KJ, Turner ML, Cruz PD Jr. HIV-related eosinophilic folliculitis: a panel discussion. Semin Cutan Med Surg. 1997 Sep. 16(3):219-23.

4. Okada S, Fujimura T, Furudate S, Kambayashi Y, Kikuchi K, Aiba S. Immunosuppression-associated eosinophilic pustular folliculitis (IS-EPF) developing after Highly Active Anti-Retroviral Therapy (HAART): the possible mechanisms through CD163+ M2 macrophages. Eur J Dermatol. 2013 Sep-Oct. 23(5):713-4.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai