The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Faringitis Kronik

Ditulis oleh: Harits Adi Putra, S.Ked.

Diperiksa oleh: dr. Juandri Aruan


Faringitis kronik adalah peradangan tenggorokan jangka panjang yang umumnya disebabkan oleh infeksi, terutama bakteri dan jamur. Faringitis kronik dapat juga disebabkan karena adanya aliran balik asam lambung dari saluran cerna yang mengiritasi saluran napas atas. Gejala dan tanda faringitis kronik mencakup nyeri tenggorokan berulang atau terus-menerus selama lebih dari 2 minggu, batuk, demam, pembengkakan amandel, serta munculnya lendir keputihan pada tenggorokan. Faktor risiko dari faringitis kronik mencakup kontak dengan orang yang terinfeksi, usia anak, daya tahan tubuh lemah, riwayat infeksi saluran napas berulang, serta higienitas yang buruk.


Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Penanganan Tanpa Obat:

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Banyak minum air putih.


Penanganan dengan Obat:

1. Antibiotik atau antijamur sesuai penyebab.

2. Obat penurun demam.

3. Antiradang.

4. Antinyeri.


Pemeriksaan Tambahan:

1. Pemeriksaan darah lengkap.

2. Pemeriksaan mikrobiologi.


Kapan Anda Perlu ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter bila Anda mengalami batuk atau nyeri tenggorokan yang tidak membaik dalam 1 minggu, terutama apabila mengganggu aktivitas sehari-hari.


Bagaimana Cara Mencegah Timbulnya Kondisi Ini?

1. Hindari kontak dengan penderita faringitis.

2. Obati nyeri tenggorok secara tuntas agar tidak terjadi infeksi berulang.

3. Konsumsi makanan bergizi seimbang.

4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.


Referensi

1. Kliegman RM, Geme JWS, Blum NJ, Shah SS, Tasker RC, Wilson KM, et al. Nelson textbook of pediatrics. 21st ed. Philadelphia: Elsevier; 2019.