The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Faringitis

Faringitis merupakan peradangan pada dinding faring, yakni bagian pada saluran pernapasan yang menghubungkan rongga hidung dan rongga mulut. Anak-anak dan orang dewasa umumnya mengalami 3-5 kali infeksi virus pada saluran pernafasan atas termasuk faringitis setiap tahunnya.


Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya faringitis adalah:

• Usia 3 – 14 tahun.

• Menurunnya daya tahan tubuh.

• Konsumsi makanan yang dapat mengiritasi faring, seperti makanan-makanan pedas, berminyak banyak, maupun keras.

• Malnutrisi.

• Iritasi berkepanjangan oleh rokok, minum alkohol, makanan, refluks asam lambung, dan inhalasi uap yang merangsang mukosa faring.

• Paparan udara yang dingin.


Gejala dan Tanda

Gejala yang timbul pada faringitis antara lain adalah:

• Nyeri tenggorokan, terutama saat menelan

• Demam

• Sekret dari hidung

• Dapat disertai atau tanpa batuk

• Nyeri kepala

• Mual

• Muntah

• Rasa lemah pada seluruh tubuh

• Nafsu makan berkurang


Penyebab

Sebagian besar faringitis disebabkan oleh virus (40-60%), dan bakteri (5-40%). Sebab-sebab lain seperti alergi, trauma, dan iritan juga dapat menyebabkan faringitis.


Penanganan Nonfarmakologis

Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat dan makan minum yang cukup dapat membantu penyembuhan faringitis.


Penanganan Farmakologis

Pengobatan faringitis dapat dilakukan dengan:

• Berkumur dengan air yang hangat dan berkumur dengan obat kumur antiseptik dapat membantu menjaga kebersihan mulut.

• Untuk faringitis akibat bakteri, terutama bila diduga penyebabnya adalah Streptococcus group A, diberikan antibiotik Amoksisilin 50 mg/kgBB dosis dibagi 3x/hari selama 10 hari dan pada dewasa 3x500 mg selama 6-10 hari atau Eritromisin 4x500 mg/hari.

• Jika diperlukan dapat diberikan obat batuk antitusif atau ekspektoran.

• Pengobatan dapat dibantu dengan analgetik dan/atau antipiretik apabila terdapat nyeri dan demam.

• Selain antibiotik, kortikosteroid juga dapat diberikan untuk menekan reaksi inflamasi sehingga mempercepat perbaikan klinis. Steroid yang diberikan dapat berupa deksametason 3x0,5 mg pada dewasa selama 3 hari dan pada anak-anak 0,01 mg/ kgBB/hari dibagi dalam 3 x/hari selama 3 hari.


Pencegahan

Pencegahan faringitis dilakukan dengan:

• Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur

• Berhenti merokok bagi anggota keluarga yang merokok

• Menghindari makanan yang dapat mengiritasi tenggorok

• Selalu menjaga kebersihan mulut dan tangan


Prognosis

Prognosis faringitis pada umumnya baik.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pada kondisi-kondisi tertentu, dibutuhkan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk faringitis antara lain adalah:

• Pemeriksaan darah lengkap

• Pemeriksaan mikroskopik dengan pewarnaan Gram

• Pada dugaan adanya infeksi jamur, dapat dilakukan pemeriksaan mikroskopik swab mukosa faring dengan pewarnaan kalium hidroksida

•Tes deteksi cepat antigen Streptococcus beta hemolitikum grup A

Swab tenggorok dan kultur

• Pemeriksaan laju endap darah

• Pemeriksaan C-reactive protein


Referensi

1. Pharyngitis Workup: Laboratory Studies, Imaging Studies, Procedures [Internet]. [cited 2019 Nov 17]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/764304-workup#showall

2. RSCM 2015. Panduan praktik klinis. Jakarta: RSCM; 2015