Erupsi Obat Tetap

Pemberian obat-obatan tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Erupsi obat tetap atau fixed drugs eruption adalah salah satu reaksi alergi terhadap obat yang muncul pada satu atau banyak bagian tubuh pada saat yang bersamaan saat terpapar obat tersebut.


Faktor Risiko

Lansia, anak-anak, atau seseorang dengan imunitas terganggu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami erupsi obat tetap. Selain itu, adanya riwayat serupa pada keluarga atau riwayat alergi sebelumnya meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi obat tetap.


Gejala dan Tanda

Erupsi obat tetap dapat dikenali dari ditemukannya bercak bulat atau oval yang berwarna kemerahan dan bengkak pada kulit yang terkadang disertai dengan adanya memar. Bercak biasanya muncul di kulit daerah tangan, kaki, bibir, kelopak mata, alat kelamin, dan sekitar anus. Setelah beberapa waktu, bercak dapat memudar menjadi warna keunguan atau kecoklatan, dan memar dapat mengecil dan mengelupas. Pada daerah seperti bibir dan alat kelamin dapat terjadi perlukaan (ulkus). Gejala biasanya muncul 30 menit hingga 8 jam setelah terpapar dengan obat, dengan kemunculan awal di satu tempat lalu menyebar. Pada serangan yang berulang, penyebaran dapat semakin luas dan bercak yang sudah ada dapet bertambah besar.


Penyebab

Penyebab pasti dari erupsi obat tetap belum diketahui. Beberapa studi mengatakan erupsi obat terjadi karena komponen obat mengaktivasi sel imun T sitotoksik di kulit.


Penanganan Nonfarmakologis

Untuk menangani erupsi obat tetap, hentikan konsumsi atau paparan obat yang menyebabkan alergi. Hindari juga makanan-makanan yang dapat memperparah alergi seperti kacang mede, licorice, lentil, dan stroberi.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang dapat diberikan apabila terjadi erupsi obat tetap adalah antihistamin sistemik, obat topikal (oles) kortikosteroid, obat-obatan pereda gejala lain sesuai dengan gejala yang muncul (misalnya parasetamol untuk meredakan demam), dan antibiotik apabila dicurigai terdapat infeksi.


Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya erupsi obat tetap, waspada apabila memiliki keluarga dengan riwayat serupa atau memiliki riwayat alergi. Sebelum memulai pengobatan dengan obat-obatan yang pernah menimbulkan reaksi alergi di keluarga, pasien dapat melakukan patch test dan skin test untuk mengetahui adanya alergi terhadap zat-zat tertentu.


Prognosis

Secara umum, erupsi obat tetap tidak berbahaya dan dapat sembuh, namun bercak dapat meninggalkan bekas kehitaman di kulit.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis antara lain patch test, oral provocation test, dan biopsi kulit bila perlu.


Referensi

1. Lee AY. Fixed drug eruptions. Incidence, recognition, and avoidance. Am J Clin Dermatol. 2000 Sep-Oct. 1(5):277-85.

2. Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz SI. Fixed drug eruptions. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 6th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2003. 1333.

3. Ben Fadhel N, Chaabane A, Ammar H, Ben Romdhane H, Soua Y, Chadli Z, et al. Clinical features, culprit drugs, and allergology workup in 41 cases of fixed drug eruption. Contact Dermatitis. 2019 Jul 10.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai