Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah kumpulan gejala yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat gangguan kerja hormon insulin (resistensi insulin), gangguan pengeluaran hormon insulin, atau kombinasi keduanya.


Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya DM tipe 2 adalah riwayat gula darah puasa terganggu (GDPT) atau toleransi glukosa terganggu (TGT), aktivitas jasmani yang kurang, berat badan berlebih dan obesitas (indeks massa tubuh ≥25 kg/m2), riwayat penyakit diabetes di keluarga, mengalami hipertensi (tekanan darah ≥140/90 mmHg) atau sedang dalam terapi hipertensi, dan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir >4000 gram atau pernah didiagnosis diabetes gestasional dengan riwayat polycystic ovary syndrome (PCOS).


Gejala dan Tanda

Keluhan yang khas dari DM tipe 2 adalah polifagia (banyak makan), poliuria (banyak pipis, terutama di malam hari), polidipsia (keinginan untuk minum yang berlebih), dan penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.


Penyebab

DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan pada kerja insulin (resistensi insulin) dan/atau sekresi (pengeluaran) insulin.


Penanganan Nonfarmakologis

Modifikasi gaya hidup berupa melakukan aktivitas jasmani intensitas sedang (membuat detak jantung meningkat atau napas menjadi meningkat) minimal 30 menit sehari selama 5 hari, serta mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula serta tinggi serat dapat membantu pengobatan DM tipe 2.


Penanganan Farmakologis

Penanganan pasien DM tipe 2 adalah dengan obat antidiabetik oral dan/atau insulin (suntik).


Pencegahan

Pengadopsian gaya hidup sehat dapat meminimalisasi risiko terkena DM tipe 2.


Prognosis

DM tipe 2 adalah penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan, sehingga yang terpenting adalah melakukan kontrol gula darah. Kontrol gula darah dilakukan dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan antidiabetik dengan disiplin.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP), pemeriksaan gula darah 2 jam setelah makan, pemeriksaan urinalisis, dan pemeriksaan HbA1c.



Referensi

1. Jameson J, Kasper D, Fauci A, Hauser S, Longo D, Loscalzo J et al. Harrison's principles of internal medicine. 19th ed.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai