The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Sekilas Tentang Virus Corona dan Penyakit COVID-19




Apa itu virus Corona dan penyakit COVID-19?


Virus Corona merupakan suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan beberapa penyakit dari flu hingga penyakit yang berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Saat ini ditemukan spesies baru yang beredar, disebut sebagai Novel Coronavirus (n-CoV). Penyakit yang disebabkan oleh n-COV ini disebut COVID-19 (Coronavirus Disease 2019).


Apa saja gejala COVID-19?


Gejala biasanya diawali dengan demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat menyebabkan gagal napas, gagal ginjal, hingga kematian.


Seberapa bahaya penyakit ini?


Tingkat keparahan penyakit ini masih belum dapat dipastikan karena gejalanya beragam pada setiap orang. Hingga artikel ini ditulis angka kematian berkisar di 2-5%.


Bagaimana penularannya?


Virus ditularkan antar manusia via kontak langsung atau melalui partikel-partikel saat seseorang batuk atau bersin.


Siapa yang paling mudah tertular?


Virus paling sering menginfeksi orang tua serta orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, asma, serta gangguan pernapasan lainnya.


Apa yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko tertular?


Pencegahan terpenting adalah mencuci tangan dengan rutin, yaitu: setelah batuk atau bersin, sebelum dan sesudah makan, setelah ke toilet, setelah merawat orang sakit, dan saat tangan terasa kotor. Selain itu, jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang sekitar dan gunakan masker jika perlu.


Seberapa perlu menggunakan masker?


Data WHO mengatakan bahwa masker dapat membatasi penyebaran virus. Penggunaan masker diutamakan jika Anda menunjukkan gejala gangguan pernapasan (batuk dan atau pilek), dicurigai terinfeksi, atau sedang merawat seseorang yang sedang atau dicurigai positif COVID-19.


Apakah sudah ada obatnya?


Saat ini, vaksin virus Corona dan pengobatan penyakit COVID-19 masih dalam penelitian, sehingga tatalaksana yang diberikan kepada pasien bersifat suportif seperti penurun demam dan alat bantu napas jika diperlukan.


Jika mengalami gejala serupa, apa yang sebaiknya dilakukan?


Lakukan jaga jarak aman dan ikuti alur deteksi COVID-19. Anda sangat disarankan melakukan isolasi mandiri selama 7-14 hari sebelum memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Kapasitas fasilitas dan tenaga medis sudah mulai mendekati ambang batas sehingga penting bagi kita semua untuk bekerja sama memastikan kapasitas tersebut tidak melalui ambang batas aman sehingga pasien dengan kondisi kritis yang memerlukan penanganan dan perawatan segera dapat mendapat penanganan yang efektif.


Referensi

1. Coronavirus. World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/coronavirus. Diakses pada 3 Feb 2020.

2. 2019 Novel Coronavirus (n-CoV) Situation Summary. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html. Diakses pada 3 Feb 2020.