The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Cantengan

Cantengan, yang dikenal secara medis sebagai onikokriptosis, adalah keadaan di mana tepi kuku kaki atau tangan tumbuh ke dalam kulit atau daging kaki atau tangan.


Faktor Risiko

Cantengan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mengenakan sepatu yang terlalu sempit dan pemotongan kuku yang tidak tepat adalah penyebab tersering. Usia tua atau anak-anak, diabetes mellitus, kelainan bentuk kaki, dan riwayat cedera pada jari kaki juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya cantengan. Kulit di sekitar tepi kuku dapat menjadi merah dan terinfeksi.


Gejala

Jari dapat terasa nyeri atau ngilu, kemerahan, panas, bengkak, dan mengeras. Kulit di sekitar kuku dapat terasa rapuh. Bagian jari yang tertusuk oleh kuku dapat terinfeksi, ditandai dengan adanya nanah atau bisul.


Penanganan

Bila Anda memiliki diabetes atau masalah saraf pada tungkai bawah atau kaki, riwayat nyeri dan bengkak pada tungkai bawah, ataupun terinfeksi, jangan tangani cantengan sendiri. Datanglah ke fasilitas kesehatan.

Bila keadaan-keadaan tersebut tidak ada, Anda dapat melakukan beberapa upaya di bawah ini untuk menangani cantengan secara mandiri.

· Rendam kaki atau tangan dalam air hangat.

· Mengenakan kaus kaki yang bersih dan ujung sepatu yang terbuka.

· Menjaga kebersihan daerah yang mengalami gejala.

· Pertimbangkan penggunaan sendal atau sepatu terbuka selama gejala masih ada.

· Obat-obatan antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat dikonsumsi.

· Bila terdapat infeksi, petugas kesehatan dapat meresepkan antibiotik.

Saat memotong kuku:

· Rendam kaki atau tangan terlebih dahulu dalam air hangat.

· Gunakan pemotong kuku yang bersih dan tajam.

· Potong kuku secara lurus mendatar, jangan dipotong membulat di bagian tepi atau memotong terlalu pendek.

· Hindari memotong sendiri bagian yang cantengan. Bila tidak membaik, datanglah ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemotongan kuku yang cantengan.


Pencegahan

Cantengan dapat dicegah dengan memotong kuku dengan baik secara horizontal, tidak memotong terlalu pendek atau membiarkan kuku tumbuh terlalu panjang, menggunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki, memeriksakan kaki secara berkala terutama pada individu dengan diabetes mellitus. Jaga kaki tetap bersih dengan mencuci kaki setiap hari.


Prognosis

Dengan pengelolaan infeksi dan nyeri yang tepat, serta menjaga kaki tetap bersih dan kering, prognosis cantengan cukup baik. Pada pasien dengan diabetes atau gangguan aliran darah, kemungkinan komplikasi lebih tinggi sehingga harus diperiksakan dengan komprehensif.


Daftar Rujukan

1. Habif TP. Nail diseases. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:chap 25.

2. Ishikawa SN. Disorders of nails and skin. In: Azar FM, Beaty JH, Canale ST, eds. Campbell's Operative Orthopaedics. 13th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2017:chap 87.

3. Marks JG, Miller JJ. Nail disorders. In: Marks JG, Miller JJ, eds. Lookingbill and Marks' Principles of Dermatology. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2019:chap 21.