Search

Bukan Cuma Lansia, Anak Muda Juga Bisa Alami Nyeri Sendi: Yuk Cegah dengan 5 Cara Ini!

Prixa.ai - 12 Juli 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna


Prixa, Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa masalah sendi hanya terjadi pada orang-orang di usia lanjut. Walaupun sebagian besar memang terjadi pada lansia, bukan berarti nyeri sendi tidak mungkin dialami oleh mereka yang masih muda.


Dilansir dari Mayo Clinic, nyeri sendi (joint pain) adalah ketidaknyamanan, nyeri, atau peradangan yang timbul dari bagian sendi manapun, termasuk otot, ligamen, tendon, tulang rawan, atau tulang. Akan tetapi, nyeri sendi paling umum mengacu pada radang sendi (arthritis) atau artralgia yang merupakan peradangan atau nyeri dari dalam sendi itu sendiri.


Setiap orang mengalami rasa nyeri yang berbeda pada sendi. Beberapa orang merasakan sakit yang ringan pada sendi setelah melakukan aktivitas tertentu. Akan tetapi, nyeri sendi juga dapat menimbulkan rasa sakit hebat yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas tertentu, terutama menahan beban.



Tipe-tipe nyeri sendi


Rasa nyeri mungkin hanya timbul pada satu sendi, tetapi beberapa orang dapat mengalami nyeri sendi pada lebih dari satu sendi pada saat yang bersamaan. Dikutip dari NHS UK, di bawah ini adalah beberapa tipe nyeri sendi yang paling umum.

  • Nyeri sendi lutut

  • Nyeri sendi bahu

  • Nyeri sendi pinggul

  • Nyeri sendi kaki dan tangan, termasuk pergelangan dan jari

  • Nyeri sendi siku

  • Nyeri sendi leher


Penyebab nyeri sendi


Nyeri sendi dapat disebabkan oleh banyak kemungkinan. Pada lansia, penyebab nyeri sendiri yang utama adalah radang sendi, seperti osteoarthritis (radang sendi akibat kerusakan pada tulang rawan) dan rheumatoid arthritis (radang sendi karena sistem imunitas yang menyerang tubuh atau penyakit autoimun). Pada orang-orang di usia lebih muda, nyeri sendi biasanya timbul karena cedera dan gaya hidup.


5 cara cegah nyeri sendi di usia muda


Nyeri sendi dapat disebabkan oleh banyak kemungkinan. Pada lansia, penyebab nyeri sendiri yang utama adalah radang sendi, seperti osteoarthritis (radang sendi akibat kerusakan pada tulang rawan) dan rheumatoid arthritis (radang sendi karena sistem imunitas yang menyerang tubuh atau penyakit autoimun). Pada orang-orang di usia lebih muda, nyeri sendi biasanya timbul karena cedera dan gaya hidup.


Konsumsi makanan tinggi omega-3

Dilansir dari Healthline, asam lemak omega-3 adalah jenis lemak tidak jenuh yang memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa omega-3 dapat mengurangi aktivitas rheumatoid arthritis pada tubuh. Oleh sebab itu, mengonsumsi omega-3 dapat membantu mencegah dan meredakan rasa nyeri pada sendi.


Asupan omega-3 bisa kamu dapatkan dari berbagai jenis makanan, seperti ikan salmon, sarden, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati seperti kedelai, dan telur. Kamu juga dapat mencoba suplemen omega-3 yang biasanya bersumber dari minyak ikan, minyak alga, dan minyak hati ikan kod.


Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan dapat memberi beban dan tekanan berlebih pada area-area persendian, seperti lutut, pinggul, dan punggung. Obesitas juga sering dikaitkan dengan risiko artritis yang lebih tinggi. Menjaga asupan kalori dan olahraga dapat membantu kamu menjaga berat badan yang ideal, sehingga dapat mencegah risiko nyeri sendi.


Olahraga

Olahraga tidak hanya membantu menjaga berat badan yang sehat tetapi juga memperkuat otot-otot pada area sekitar persendian. Dengan mendapatkan olahraga yang cukup, kamu dapat membentuk sendi yang stabil dan mencegah rasa nyeri pada sendi di usia lanjut.


Kamu bisa mencoba berbagai macam olahraga, termasuk yoga, pilates, push-up, bersepeda, dan renang. Pilihlah olahraga yang kamu senangi dan sesuai dengan kemampuan tubuhmu. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera yang dapat meningkatkan risiko nyeri sendi.


Lindungi sendi

Tanpa kamu sadari, beberapa aktivitas yang kamu lakukan sehari-hari dapat menyebabkan masalah persendian, seperti naik tangga, mengangkat beban berlebih, dan berdiri terlalu lama. Aktivitas-aktivitas ini dapat meningkatkan risiko radang sendiri di kemudian hari.


Jika kamu sering melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri sendiri, sebaiknya kamu melindungi sendi kamu dengan melakukan aktivitas tersebut dengan teknik yang tepat.


Perhatikan kadar gula darah pada tubuh

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 47 persen orang dewasa di Amerika Serikat dengan diabetes juga mengalami radang sendi. Studi pada tahun 2019 juga menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami osteoarthritis. Hal ini dikarenakan gula darah yang tinggi dapat menyebabkan peradangan tingkat rendah secara konstan pada tubuh.


Sebaiknya kamu menghindari makanan-makanan dengan kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi dan melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur.


Ditinjau oleh dr. Vito


Jika kamu mulai mengalami gejala radang sendi, seperti nyeri dan kaku pada sendi, sebaiknya kamu langsung periksakan kondisimu dengan dokter atau ahli reumatologi. Kamu dapat menikmati layanan telekonsultasi Prixa untuk konsultasi mengenai kondisimu hanya dengan klik tombol di bawah ini.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Joint Pain


NHS UK. Diakses pada 2022. Joint Pain


Healthline. Diakses pada 2022. Arthritis Prevention: What Can You Do?


Healthline. Diakses pada 2022. 17 Science-Based Benefits of Omega-3 Fatty Acids


Healthline. Diakses pada 2022. Identifying and Treating Diabetes Joint Pain


 

Dokter Prixa Siap Bantu

2 views0 comments

Recent Posts

See All