Bronkitis Akut

Bronkitis akut adalah penyakit radang saluran pernapasan yang terjadi dalam waktu kurang dari dua minggu.


Faktor Risiko

Individu berusia di bawah lima tahun atau lebih dari 50 tahun lebih rentan terhadap penyakit ini. Paparan zat berbahaya seperti ammonia, iritasi lambung terus menerus hingga mengiritasi tenggorok, dan tidak melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia juga meningkatkan kemungkinan terjadinya bronkitis akut.


Gejala dan Tanda

Batuk dan demam merupakan gejala utama bronkitis akut. Gejala tersebut dapat disertai sesak napas, nyeri tenggorok, dan nyeri dada.


Penyebab

Bronkitis akut dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, atau iritasi akibat menghirup asap rokok, polusi, atau debu secara berkepanjangan.


Penanganan Nonfarmakologis

Bronkitis akut umumnya terjadi akibat virus dan dapat sembuh sendiri. Anda disarankan untuk:

· Banyak beristirahat

· Makan makanan sehat dengan jumlah yang cukup

· Banyak minum air putih


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk meringankan keluhan, seperti antipiretik untuk meredakan demam, bronkodilator untuk membuka jalan napas, dan ekspektoran untuk melancarkan pengeluaran dahak. Antibiotik dapat diberikan jika terdapat kecurigaan infeksi bakteri sebagai penyebab penyakit Anda.


Pencegahan

Bronkitis akut dapat dicegah dengan menghindari paparan zat berbahaya ke jalan napas, yaitu dengan tidak merokok dan menggunakan masker saat akan melalui tempat dengan polusi udara tinggi. Vaksinasi influenza dan pneumonia meningkatkan kekebalan tubuh sehingga membantu Anda terhindar dari infeksi bakteri tersebut. Infeksi juga dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, salah satunya dengan cuci tangan.


Prognosis

Penyakit ini umumnya dapat sembuh sendiri sehingga memiliki prognosis yang baik. Individu yang memiliki riwayat penyakit paru lain dan daya tahan tubuh lemah dapat memiliki prognosis yang lebih buruk.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Biasanya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang untuk penyakit ini. Meski demikian, bila terdapat batuk berdahak yang berkepanjangan, dapat dilakukan pemeriksaan dahak untuk menyingkirkan pneumonia bakterial atau tuberkulosis. Pemeriksaan kapasitas napas dapat dilakukan dengan menggunakan spirometri. Bila diperlukan, dapat dilakukan rontgen dada.



Referensi

1. Carolin, Elizabeth J. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC. 2002.

2. Danusantoso, Halim. Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Jakarta: EGC.1998

3. Harrison: Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 13. Volume ketiga. Jakarta. 2003.

4. Nastiti N, Rahajoe, Supriyanto B. Bronkitis Akut dalam Buku Ajar Respirologi Anak. Edisi Pertama, cetakan kedua. 2010. Hal: 337.

5. Snell, Richard S. Anatomi Klinik Edisi 6. Jakarta: EGC. 2006.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai