Bronkiolitis

Ditulis oleh: Karina Terry Amartini, S.Ked.

Diperiksa oleh: dr. Kafi Khaibar


Infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh peradangan pada bronkiolus. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus dan paling sering didapatkan pada bayi hingga anak usia 2 tahun. Gejala bronkiolitis dapat meliputi demam, batuk atau pilek, suara napas mengi, kesulitan bernapas, tidak mau makan, dan pada beberapa kasus dapat tampak kebiruan pada bibir atau jari-jari. Faktor risiko penyakit ini adalah bayi usia <3 bulan, sering terpapar asap rokok, status ekonomi rendah, riwayat lahir prematur dan memiliki penyakit jantung bawaan.


Apa yang bisa Anda lakukan?

Penanganan tanpa obat:

1. Istirahat cukup dan memonitor keadaan secara berkala.

2. Pemberian oksigen apabila mengalami sesak napas.


Penanganan dengan obat:

1. Obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen.

2. Memberikan cairan melalui infus, sesuai anjuran dokter.

3. Pemberian kortikosteroid seperti prednison sesuai resep dokter.

4. Nebulasi dengan bronkodilator seperti ventolin, sesuai resep dokter.


Cek lab:

1. Pemeriksaan darah lengkap.

2. Pemeriksaan virologi dari swab tenggorokan.

3. Pemeriksaan radiologi dada (X-ray).


Kapan Anda perlu ke dokter?

Segera konsultasikan pada dokter jika anak Anda mengalami batuk dan demam yang tidak kunjung membaik, terutama jika disertai sesak napas dan bibir atau jari-jari tampak kebiruan.


Bagaimana cara mencegah timbulnya kondisi ini?

1. Pemberian asupan nutrisi yang adekuat dan bergizi untuk meningkatkan imun.

2. Hindari paparan asap rokok.


Referensi

1. Rahajoe N, Supriyatno B, Setyanto D. Respirologi Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta. 2008.

2. Kliegmnan RM, Santon BF, Geme JW, Schor NF. Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Philadelphia: Elsevier; 2016.



The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai