Bell’s Palsy

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah akibat peradangan dan pembengkakkan pada saraf yang menyebabkan salah satu sisi wajah terlihat "melorot". Penyakit ini seringkali diduga sebagai stroke.


Faktor Risiko

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjangkit penyakit tersebut adalah mengalami kehamilan, menderita diabetes melitus, serta memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga.


Gejala dan Tanda

Gejala yang dialami penderita Bell’s palsy meliputi kelumpuhan pada salah satu sisi wajah secara mendadak sehingga kulit wajah terlihat seperti melorot, sulit tersenyum dan mata menutup pada bagian wajah yang terkena. Gejala juga sering disertai mata berair, sering mengeluarkan air liur, sensitif terhadap suara, nyeri kepala, rahang, atau belakang telinga, serta penurunan kemampuan indera perasa.


Penyebab

Bell’s palsy disebabkan oleh peradangan pada saraf wajah yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus seperti virus herpes zoster, herpes simpleks, Epstein-Barr, dan adenovirus.


Penanganan Nonfarmakologis

Penderita Bell’s palsy biasanya diharuskan mengikuti fisioterapi. Penanganan yang diberikan meliputi penggunaan penutup mata dan tetes air mata buatan pada bagian mata yang tidak bisa menutup.


Penanganan Farmakologis

Beberapa obat-obatan yang diberikan pada penderita Bell’s palsy adalah obat golongan kortikosteroid, antivirus, dan OAINS.


Pencegahan

Hingga saat ini, belum terdapat metode pencegahan yang efektif terhadap Bell’s palsy.


Prognosis

Bell’s palsy dapat sembuh dengan sendirinya dalam rentan waktu 2 minggu hingga 6 bulan.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Untuk mendiagnosis Bell’s palsy, terdapat beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan, seperti MRI gadolinium, pemeriksaan rapid plasma reagin (RPR), venereal disease research laboratory (VDRL), fluorescent treponemal antibody absorption (FTA-ABS), skrining HIV, pemeriksaan darah lengkap, atau uji eksitabilitas saraf.


Referensi

1. Rucker JC. Cranial Neuropathy. In Darrof RB et al (Eds). Bradley’s Neurology in Clinical Practice. Vol 1: Principles of Diagnosis and Management. 6th ed. Elsevier, Philadelphia, 2012:1754-1757. (Rucker, 2012)

2. Gooch C, Fatimi T. Peripheral Neuropathy. In Brust JCM (Ed).Current Diagnosis and Treatment in Neurology. McGraw Hill, NewYork, 2007:286-288. (Gooch & Fatimi, 2007)

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai