The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Artritis Gout

Artritis gout merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh akumulasi atau deposisi kristal asam urat pada sendi. Deposisi ini menyebabkan peradangan pada sendi atau jaringan sekitar sendi dan menimbulkan nyeri, kemerahan, kaku, serta bengkak.


Faktor Risiko

Mengonsumsi makanan tinggi asam urat serta alkohol dapat meningkatkan risiko terkena artritis gout. Risiko juga meningkat apabila seseorang mengalami obesitas. Riwayat serupa dalam keluarga juga meningkatkan risiko penyakit artritis gout.


Gejala dan Tanda

Gejala yang ada meliputi nyeri pada sendi terutama pada malam hari, kekakuan, serta kemerahan pada sendi. Terdapat pula benjolan pada sendi yang dikenal secara medis sebagai tofus akibat deposisi kristal asam urat.


Penyebab

Hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dL untuk pria dan 6,0 mg/dL untuk wanita mendasari penyakit gout. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan terjadi akumulasi dan deposisi kristal pada sendi atau jaringan sekitar sendi. Kristal inilah yang akan memicu timbulnya peradangan pada sendi dan berbagai gejala yang ada.


Penanganan Nonfarmakologis

Mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak serta menghindari makanan yang tinggi protein dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Apabila benjolan atau tofus terlalu besar dan tidak dapat mengecil dengan obat, tindakan operasi dapat dipertimbangkan.


Penanganan Farmakologis

Obat-obatan antinyeri berupa OAINS seperti ibuprofen atau indometasin dapat diberikan untuk mengurangi nyeri sendi. Apabila nyeri masih berlanjut, dapat diberikan kortikosteroid untuk mencegah peradangan berlanjut. Perlu diperhatikan efek samping obat yaitu mual, muntah, dan perdarahan saluran cerna. Apabila serangan akut sudah teratasi, obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah seperti alopurinol atau obat-obatan urikosurik dapat diberikan.


Pencegahan

Gaya hidup mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak serta menghindari alkohol dan makanan tinggi asam urat seperti daging-dagingan atau jeroan dapat mencegah terjadinya artritis gout. Selain itu, penting untuk menjaga berat badan agar tetap ideal.


Prognosis

Jika penyakit ditangani secara cepat dan tepat, prognosis cukup baik. Selain itu, kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat juga berpengaruh. Sebaliknya, penanganan yang lambat dan tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi maupun jaringan di sekitar sendi.


Rekomendasi Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan laboratorium dasar yang dapat dilakukan yaitu darah rutin dan kadar asam urat darah. Analisis cairan sendi juga dapat dilakukan untuk melihat peradangan pada sendi. Pemeriksaan radiologi seperti foto polos, USG, pemindaian CT dapat dilakukan apabila diperlukan.



Referensi

1. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan penatalaksanaan gout. Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia; 2014.

2. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: PB IDI; 2017.